Senin, 15 Januari 2018, 16:21

Tarempa Dihajar Banjir, Dua Warga Tewas

ANAMBAS, POSMETRO.CO : Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Tarempa, Anambas, dari Minggu (14/1) sore hingga malam membuat Kota Tarempa dilanda banjir. Kondisi diperparah dengan matinya arus lisrik sehingga membuat kota jadi gelap gulita. Dua orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. 

Azmi, salah seorang warga mengatakan, hujan yang disertai angin kencang mulai turun sekitar pukul empat sore. Satu jam kemudian air mulai naik dan merendam Jalan Patimura, Imam Bonjol, Raden Saleh dan sekitarnya. Kondisi kemudian diperparah karena dalam waktu yang bersamaan terjadi air rob dan air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Warga yang panik pun mulai menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Tak hanya rumah warga sejumlah kantor pemerintahan juga tak luput dari banjir. Seperti Kantor Bupati, DPRD, Polsek Siantan, Lanal Tarempa, Kantor Cabang Kejaksaan, bank, dan puskesmas.

"Tengah malam listrik padam dan membuat suasana makin mencekam," ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan Aprizal. Bahkan dia mengatakan ketinggian air di halaman Kantor Bupati Anambas mencapai setinggi lutut orang dewasa. Dua orang warga yang meninggal tersebut atas nama Baharuddin (63), warga Jalan Pemuda RT. 02/RW. 04 Kelurahan Tarempa serta Maria alias Lince (31), warga Kampung Baru RT. 02 Kelurahan Tarempa.
 Dari informasi yang diterima Maria alias Lince (31) tewas karena rumahnya roboh akibat diterjang banjir. Rumah korban, berada dialiran sungai.

"Tagana dan TNI dan Polri menemukan jasad Lince pada, Senin pagi. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Tarempa," ungkap Kamal, salah satu warga. Sementara, Baharuddin (63) tewas setelah rumahnya tertimpa material batu dan tanah akibat terbawa arus banjir. Kondisi korban yang sedang sakit stroke dan lumpuh tidak bisa menyelamatkan diri.

"Kondisi beliau sedang sakit, kemudian air membanjiri rumah beliau. Sehingga dia terjebak," ujar Firman. Namun, Sekda Anambas Sahtiar yang dikonfirmasi Senin (15/1) siang, belum bisa memastikan penyebab meninggalnya dua orang warga tersebut. Ia mengatakan saat ini masih dilakukan pendataan. Menurut Sahtiar, dari informasi yang ia terima masih ada korban lainnya.  "Kita sudah berkoordinasi dengan tim penanggulangan bencana untuk mencari kebenarannya," ungkapnya. Hal senada juga disampaikan Kapolres Anambas AKBP Junoto. "Saat ini personil kita masih melakukan pendataan di lapangan. Nanti kalau semua sudah lengkap akan kita sampaikan," ujarnya.(yes)