Senin, 15 Januari 2018, 16:28

14 Bocah Laki-laki di Karimun Jadi Korban Pelecehan Wali pendidikan

KARIMUN, POSMETRO.CO : Aksi pedofilia di Karimun lagi-lagi diungkap jajaran Sat Reskrim Polres Karimun, 14 pelajar di pendidikan non formal di Karimun menjadi korbannya. Seorang pria yang berstatus sebagai Wali Pendidikan Non Formal tersebut pun diamankan, pria berinisial ZL (31) itu pun di tetapkan sebagai tersangka.

Kejadian terungkap dari laporan yang diterima Polres Karimun berdasarkan Lp-B / 07 / 1 / 2017 / KEPRI / SPK- RES KARIMUN pada Kamis  (11/1/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Dimana pengurus dan orang tua murid berinisial DN yang mendapatkan cerita dari anaknya telah terjadi perbuatan pelecehan yang terjadi, langsung melaporkan perkara ini.

Dari laporan tersebut diketahui Kejadian sejak bulan Oktober sampai Desember 2017 lalu. Kejadiannya terjadi di dua lokasi berbeda diantarany di lokasi sekolah non formal tersebut dan satu lago di lokasi fasilitas umum, kolam renang.

“Pada hari Kamis tanggal 11 januari 2018 pukul 16.00 wib awalnya ada lapkoran dari korban berinisial DN yang bercerita kepada pelapor tentang kejadian salah satu sekolah nonformal mengenai pelecehan seksual yang di lakukan oleh terlapor Zl. Dimana laporannya tentang pelecehan seksual terhadap korban yaitu dengan perbuatan mencium bibir, mencium kening, mencium pipi, memegang alat kelamin,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, Akp Lulik Febriantara SIK Senin (15/1/2018) kemarin. 

Selanjutnya diketahui juga kejadian terjadi pada waktu berenang dimana pelaku ZL kembali diduga memegang dubur korban dengan menggunakan jari “Bahkan diduga ada pada malam harinya terlapor membuka reseleting celana korban dan selanjutnya terlapor memegang alat kelamin korban,” lanjut Lulik membuka kisah awal pengungkapan.

Atas laporan tersebut, polisi pun menjemput pelaku Zl. “Saat kita amankan pelaku ternyata bekerja di salah satu pendidikan swasta yang lain, kita jemput dan kita amankan,” tegas Lulik.

Dari pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi, polisi mengendus adanya korban lainnya. Dimana dari 24 siswa yang belajar di pendidikan nonformal tersebut 14 siswanya diduga menjadin korban.

“Kemudian kita jemput korbannya, dari 14 korban baru 8 yang kita mintai keterangan, dan dinyatakan ada terjadi pelecehan tersebut, bahkan pelaku juga mengakui perbuatannya,” ucap Lulik.

Korban-korbannya diketahui masih kisaran umur 12 sd 13 tahun atau berkisar kelas 6 SD sampai 1 SMP dan kesemuanya adalah laki-laki. Sementara pelaku ZL yang dikonfirmasi Senin siang kemarin kepada POSMETRO mengakui perbuatannya. Ia mengaku  menciun bibir, memeluk, memegang kemaluan serta memegang lubang anus dengan menggunakan jari tangannya.

“Ya saya akui, tapi berawal dari rasa sayang saya sama anak-anak didik, saya sudah anggap seperti anak saya sendiri, saya jujur cium bibir, cium kening itu waktu mau berangkat sekolah, dan kadang depan guru yang lain dan anak-anak yang lain, hanya sekedar sayang saja, kalau megang kemaluan hanya sebatas waktu misalnya mau pergi makan mereka lambat saya pegang sambil bilang cepat makan sana,” ujar ZL.(ria)