Rabu, 17 Januari 2018, 16:24

Sedih dan Gembira di Perpisahan Lis dan Syahrul

PINANG, POSMETRO.CO : Rabu (17/1) kemarin, merupakan apel terakhir pasangan Lis Darmansyah dan Syahrul sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang. Dalam apel tersebut keduanya pun memberikan kata sambutan. Dan Syahrul mendapat kesempatan pertama, untuk menyampaikan pesan dan kesannya selama menjadi Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

Tak banyak yang disampaikan Syahrul. Dia hanya berharap, silahturahmi ini bisa tetap terjaga. "Saya bakal rindu akan kebersamaan para pegawai Pemko Tanjungpinang. Kerjasama yang terjalin selama ini cukup akrab dan baik. Sehingga roda pemerintahan berjalan dengan baik." kata Syahrul.

Sementara Lis sendiri, menyampaikan banyak hal, terkait  kepemimpinannya selama lima tahun ini. Hari itu merupakan hari terakhirnya sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Dia kembali sebagai rakyat jelata. Bebas ngopi di kedai kopi jam berapa saja dia mau. Dalam catatan pribadinya, sudah 1.825 hari, ia lalui mengabdi sebagai Wali Kota Tanjungpinang, bersama pasangannya Syahrul. Selama itu pula banyak suka duka dan problem yang dihadapinya. Satu hal yang ingin ditegaskan Lis, bahwa dia dan Syahrul, sejak mulai dilantik, hingga di akhir masa jabatan, komitmen melaksanakan tugas dengan baik.
Jika sekarang berpisah, karena masing-masing mencalonkan diri sebagai wali kota. Dan menurut Lis, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan.
 Lis meminta maaf jika selama memimpin Kota Tanjungpinang, ada sikap dan tutur kata yang kurang berkenan.

"Manusia tempatnya salah dan silaf. Jadi maaf jika ada salah atau sikap yang tak berkenan di hati para pegawai atau pun masyarakat Tanjungpinang," kata Lis.
Lis juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama selama ini, kepada semua pihak yang selama ini sudah membantu dan mendukung semua program yang telah dijalankannya selama lima tahun ini. Terutama kepada kepala OPD, pegawai, dan honorer,  yang ada di Pemko Tanjungpinang. Karena ia yakin, tanpa dukungan pihak lain, tugasnya tidak bakal sukses.

Diakui Lis, di awal-awal masa kepemimpinannya bersama Syahrul, atau pada 500 hari pertama, pasti banyak pegawai yang ngedumel (menggerutu), dengan adanya kebijakan-kebijakan baru yang diterapkannya.Karena, waktu itu targetnya adalah mempersatukan semua para pegawai. Hal itu ia lakukan karena banyak pegawai antar dinas, tidak mau saling tegur sapa atau saling tak mengenal.

"Bagaimana bekerja dengan baik jika satu sama lain tak saling bertegur sapa. Pegawai dalam lingkaran Pemko Tanjungpinang itu sebuah keluarga. Jadi, satu sama lain harus akur," ujarnya.

Kedua, soal disiplin. Saat ini kata Lis, kedisiplinan pegawai Pemko Tanjungpinang, boleh diadu dengan pegawai di tempat lainnya. Lis mengakui, bahwa jadi pemimpin pasti akan dibenci. Tidak semua suka. Namun, ia kembali mengucapan terima kasih yang tiada terhingga atas dukungannya selama lima tahun ini. "Suka duka telah kita lalui bersama selama lima tahun ini. Mari jaga dan bangun Kota Tanjungpinang ini lebih baik lagi," ujarnya.

Usai memimpin apel pagi terakhir, Lis bersama Syahrul, menuju ke ruangan Riono, Sekdako Tanjungpinang yang kini ditunjuk sebagai pelaksana harian (Plh) Wali Kota Tanjungpinang sembari menunggu dilantiknya seorang pelaksana tugas (Plt). Di ruangan itu bersama kepala OPD, Lis dan Syahrul sarapan bareng. Selanjutnya, mengikuti prosesi pelepasan. Lis dan Syahrul pun berjalan berdampingan. Jika Lis ditemani sang istri. Syahrul hanya seorang diri. Anggota Paskibra, mengawal turunnya Lis-Syahrul dari lobi kantor wali kota, menuju pintu gerbang utama Kantor Pemko Tanjungpinang.

Sebelum berpisah menaiki mobil masing-masing Lis dan Syahrul pun saling berangkulan. Suasana haru pun terjadi. Mata keduanya terlihat berkaca-kaca. Beberapa pegawai yang melihat pun tak kuasa menahan sedih, bahkan ada yang berlinangan air mata. Tak ada kata-kata yang terucap dari keduanya. Syahrul lebih dulu naik ke atas mobil dan meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian Lis menyusul. 

Sepeninggal keduanya, kegembiraan pun kembali terjadi. Riono yang jadi Plh Wali Kota Tanjungpinang, langsung menjadi pusat perhatian pegawai. Dia pun diajak foto bareng. Panggilan Pak Wali pun langsung melekat padanya. Namun, dia mengatakan Lis dan Syahrul akan sulit dilupakannya. 
"Saya pasti rindu  canda dan teguran mereka. Apalagi, mereka itu sangat dekat dengan kami semua. Tak hanya secara profesional, saat di luar jam kerja pun sama. Rasanya pergaulan kami seperti keluarga. Bukan pergaulan antara atasan dan bawahan," kata Riono.(aiq)