Jumat, 19 Januari 2018, 15:19
Pulau Ajab yang Bikin Heboh

Gubernur Kepri : Menjual Pulau Boleh, Asal....

PINANG, POSMETRO.CO : Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku tak tahu persis akan kebenaran Pulau Ajab yang dijual lewat situs online, privateislandonline.com yang saat ini sedang heboh. 

Karena tak tahu persis soal rencana penjualan Pulau Ajab itu Nurdin pun enggan bicara lebih detail. Bahkan, ia mengkritisi, mengapa harus dijual lewat online. Seharusnya kalau memang benar mau dijual, itu harus nyata. "Masa pakai cara online. Harus nyata dong. Kayak kacang goreng saja, dijual lewat online." tegas Nurdin pada awak media yang menanyakan soal sikap Pemprov Kepri terkait isu penjualan Pulau Ajab itu.

Masih menurut Nurdin, menjual pulau boleh kalau ada payung hukumnya. "Saya rasa kalau ada payung hukumnya, tak masalah. Lantas,  masa iya saya melarang. Tetapi kalau tidak ada aturan hukumnya, jelas tidak diperbolehkan jual pulau.Bahkan, saya juga akan protes kalau dilakukan." tegas Nurdin. 

Sebenarnya Nurdin sendiri tak yakin jika pulau itu dijual. Mungkin, dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat atau pun pengembangan budaya. Silakan.

"Semua ada payung hukumnya. Apalagi ini berkaitan dengan menjual pulau. Tidak boleh sembarangan." ungkapnya.

Ditanya ada rencana turun ke Pulau Ajah, Nurdin tak mau woro-woro. "Saya nggak mau bilang-bilang kalau mau turun. Saya bisa jadi pasukan katak, sehari sampai disana. Tapi diam-diam. Kalau pakai woro-woro itu namanya minta disambut. Saya tak mau seperti itu." seloroh Nurdin.

Sementara, Danrem 033/ Wira Pratama Brigjend TNI, Gabriel Lema. S.Sos menegaskan bahwa pihaknya merasa bersyukur dengan mencuatnya isu Pulau Ajab  dijual  lewat situs online milik Luar Negeri.

Tentu hal ini harus ditanggapi dan diambil tindakan. Untung Kepri tahu sejak awal, bahwa pulau itu akan dijual. Daripada nanti, kecolongan dan pulau itu benar-benar dijual, jelas Kepri bakal kehilangan asetnya.

Bahkan, Gabriel mendukung apa yang dikatakan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bahwa ia setuju kalau pulau itu dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat atau pengembangan budaya.  "Jadi, tidak boleh  dijual seenaknya. Pemerintah tentunya tidak bakal membiarkan hal ini terjadi." pungkas Gabriel. (aiq)