Jumat, 19 Januari 2018, 15:47

Kapal Ditabrak, Penyeludup Narkoba Loncat ke Laut

BATAM, POSMETRO.CO : Dua Kapal Patroli Pangkalan TNI Angakatan Laut (Lanal) Batam berhasil mengamankan kapal boat pancung pembawa narkoba di perairan Pulau Putri Batam, Nongsa pada Selasa dini hari (16/1) sekira pukul 01.00 WIB. Diduga narkoba tersebut sengaja dikirim dari Malaysia menuju Batam menggunakan boat pancung fiber nelayan.

Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan yang mengetahui kejadian tersebut turun langsung bersama Asintel Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (S) Tatang ke lokasi, di kawasan dermaga Nongsa Point Marina (NPM) Batam. Penangkapan tersebut, kata Iwan, berawal dengan adanya laporan di lapangan akan ada pengiriman narkoba melalui jalur Nongsa. Dimana anggota Lantamal dan Danlantamal melakukan koordinasi untuk melakukan patroli rutin dalam dua minggu penuh.

"Saat anggota patroli, kami menemukan satu kapal boat dari fiber yang mencurigakan. Kemudian anggota langsung mendekat untuk mengecek," kata Iwan.
Kemudian, anggota meminta kapal tersebut untuk berhenti. Namun hal itu tidak diindahkan oleh dua orang yang berada di boat, mereka lebih memilih melarikan diri. Petugas tidak tinggal diam, mereka mengeluarkan tembakan peringatan ke langit agar dua orang pelaku menghentikan laju kapalnya.

"Saat dikejar petugas, kapal terus jalan. Akhirnya kapal kita memberhentikan paksa dengan cara menabrak mesin kapal. Namun dua orang pelaku berhasil melarikan diri dengan lompat dari kapal," katanya. Iwan menuturkan, sebelum dua orang pelaku lompat dan melarikan diri, anggota sempat melihat keduanya membuang box seterofom yang diduga berisi narkoba jenis sabu dan ektasi ke dalam laut. "Jadi saat ditemukan kapal dalam kondisi kosong, dan sudah mati karena mesin rusak ditabrak," katanya.

Namun usaha anggota Danlantamal dan Lantamal tidak sampai disitu, mereka berusaha menyisir lokasi dan pantai sekitar untuk mencari barang bukti dan dua pelaku yang melarikan diri. Jika memang meninggal, mereka masih mencari dua pelaku pengguna boat pancung ukuran lima meter.

"Sampai saat ini kami terus melakukan penyisiran, apakah ada mayat atau barang yang dibuang pelaku. Ternyata di Palm Spring, hold sembilan, sekuriti resort menemukan narkoba dengan jenis serupa dengan ciri-ciri barang semalam," katanya.

Menurut dia, barang haram tersebut sengaja dikirim menggunakan speed yang berasal dari Malaysia. Pasalnya mesin yang digunakan pun tidak berada di pasaran Batam, mesin dengan tenaga 30 PK tersebut berasal dari Malaysia.

"Memang sengaja dikirim untuk antar barang dengan modus nelayan. Di dalam boat juga tidak ditemukan tanda-tanda habis mencari ikan, tidak ada bekas umpan," kata dia.

Diduga kapal yang hanya berisi jaring, box sterofom, dua ember, topi, sendal, drigen, dayung dan jaket tersebut berangkat dari Sungai Renggit Malaysia. Ke dua pelaku membawa sabu seberat enam kilogram yang disimpan di box seterofom dan dibuang ke laut. Sementara itu Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 6,123 Kg sabu, 20 butir ekstasi dan 12 butir happy five.(abg)