Rabu, 24 Januari 2018, 16:13

Rekrut TKW Untuk Dijadikan Pekerja Seks

BATAM, POSMETRO.CO : Jajaran Polsek Lubuk Baja membekuk dua orang wanita, Susiyani alias Dhea (25) dan Paestha Debora alias Tata (25). Ke duanya ditangkap karena menjadi penyalur Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal.

Parahnya, sesampai di negeri orang beberapa TKW tersebut dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Terbongkarnya kasus ini setelah seorang korbanya, SP (20) yang dijual untuk dipekerjakan sebagai PSK berhasil kabur dan kembali ke Batam

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Awal Sya'ban Harahap menceritakan, kejadian berawal pada Jumat (5/1) sore. Tersangka dan korban bertemu di salah satu rumah makan kawasan Avava Mall.

Tersangka menawarkan warga komplek Niaga Anggrek Permai, Lubuk Baja itu untuk bekerja sebagai ladies club di salah satu hotel di Singapura. Korban membujuk dengan iming-iming gaji lebih besar ketimbang bekerja di Batam. "Korban diiming-imingi gaji 45 Dollar Singapura tapi, harus bekerja selama 25 hari," ungkap Awal, Selasa (23/1).

Korban yang saat itu sedang menganggur akhirnya menyanggupi. Namun rencana ke Singapura gagal. Pasalnya, hotel yang dimaksud tersangka telah tutup. Tersangka pun menawarkan korban untuk bekerja sebagai waitress di Malaysia. "Karena himpitan ekonomi, korban mau diajak ke Malaysia," tuturnya.

Jumat (12/1) korban berangkat ke Malaysia bersama Debora melalui Pelabuhan Internasional Batam Center. Mereka berangkat dengan ferry terakhir dan sampai di Malaysia pada malam harinya. Korban pun menginap di apartemen Debora yang berada di Kenanga Point, Malaysia.

Esok harinya korban dikenalkan kepada seseorang yang disapa Botak di Petaling, Malaysia. Sejak saat itu, korban dipekerjakan sebagai PSK. "Korban dijadikan sebagai PSK selama tiga hari. Korban merasa tertekan," ungkapnya.

Selasa (16/1) sekitar pukul 6.00 waktu setempat, korban nekat kabur dari tempat kerjanya. Ia naik taksi ke terminal TOTBS Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnta, korban naik bis hingga pelabuhan Stulang Laut, Malaysia dan kembali ke Batam. "Besoknya (17/1), korban melapor ke Polsek Lubuk Baja," sebut Awal.

Sementara itu, Debora menyebut jika korban yang mendesak untuk dipekerjakan ke luar negeri. Bahkan ia menyebut korban kabur dari Malaysia karena telah mencuri uangnya senilai 1000 ringgit dan uang Botak senilai 1.500 ringgit. "Saya tidak ada paksa dia kerja seperti itu (PSK). Katanya dia juga sudah biasa kerja seperti itu di Solo dan Johor," ujar Debora, wanita berambut pendek tersebut.(ddt)