Kamis, 08 Februari 2018, 14:50
Terkait PT Philips Industries Batam yang Hanya Terima Rekrutan pekerja Luar Daerah

"Bisa Jadi Perusahaan Kapok Masalah Tuntutan Buruh"

BATAM, POSMETRO.CO : Adanya edaran perekrutan buruh pabrik dari luar Batan yang akan ditempatkan di PT Philips Industries Batam, menuai banyak pertanyaan di lingkup pencari kerja. Pasalnya, terdapat poin di mana perusahaan tersebut tak mau menerima pekerja mantan dari Batam atau yang pernah kerja di perusahaan Batam.

Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P. Sihaloho, mengatakan bahwa perekrutan dari luar ini, bisa jadi dikarenakan perusahaan kapok dengan masalah tuntutan buruh, bisa karena UMK, maupun aksi-aksi buruh yang dulu-dulu.

Diungkapkan Udin, poin utama yang biasanya dijadikan bahan pertimbangan perusahaan dalan menerima pekerja, yakni nilai UMK. Pasalnya, UMK daerah lain tergolong lebih kecil dibanding Batam.

"Mungkin karena harga bahan pokok di sana lebih murah. Dan pengusaha memanfaatkan itu," kata Udin.

Kemudian, poin lainnya yang jadi pertimbangan, yakni Batam sudah terkenal dengan aksi-aksi buruh yang dulu sempat ramai. Hal ini bisa jadi satu momok perusahaan yang mungkin ada di luar Batan.

"Sehingga mereka agak sedikit enggan menerima karyawan yang sudah pernah bekerja di Batam. Meskipun sebenarnya mereka bukan mau mengamputasi hak buruh," ungkapnya.

Udin merasa, hal ini bisa jadi citra buruk bagi pekerja-pekerja yang pernah bekerja di Batam. Pasalnya, biasanya perekrutan buruh membutuhkan pengalaman di bidang yang sama. Sementara dalam perekrutan ini, terdapat poin anti eks Batam.

"Banyak investor pindah. Banyak pindah ke lain tempat, karena dianggap nyaman berinvestasi. Memang ini merugikan kita dan pekerja," ungkapnya.

Udin mengharapkan, agar para buruh di Batam, terutama dalam penyampaian aspirasi ke pemerintah, bisa lebih kondusif, agar hal yang terekspos ke luar Batam, pekerjanya baik semua.

"Kita lihat miris. Mudah-mudahan jadi pengalaman baik buat kawan buruh. Dan lebih selektif menentukan wadah menyalurkan aspirasi. Khususnya serikat buruh. Dan kepada pengurus serikat buruh, lebih bijaksana dalam menerima aspirasi dan menyampaikannya ke pemerintah," paparnya.

Komisi IV mengaku belum oernah membahas masalah ini dalam RDP dengan Dibas Tenaga Kerja. Namun belakangan, memang sedang tren oerusahaan di Batam yang merekrut pekerja dari luar.

"Mungkin karena lebih tenang rekrutan yang siap pakai. Dan komitmen terhadap perjanjian kerja," pungkasnya. (iik)