Jumat, 09 Februari 2018, 15:39

Ngaku ke Istri Pergi Kerja, Pegawai Honorer Malah Jual Sabu

PINANG, POSMETRO.CO : Sore itu, tepatnya pukul 14.50 WIB, Kamis (8/2), isteri dari tersangka GT, pelaku pengedar sabu yang ditangkap polisi tertunduk saat keluar dari ruangan Satres Narkoba Polres Tanjungpinang.

Ia ingin bertemu sang suami lantaran dua hari tidak pulang ke rumah. Begitu ketemu, tangan suaminya pun terborgol.

Perempuan yang tidak ingin membeberkan identitasnya itu duduk disalah satu kursi sofa yang lusuh. Ia duduk bersama sejumlah awak media yang tengah menanti kedatangan dua tersangka kasus narkoba. Sesekali ia memperhatikan orang-orang disekelilingnya.

"Huh, tak heran lagi sama dia (GT)," ucapnya. Kala itu, ia tengah menunggu sejumlah anggota Satres Narkoba yang melakukan penimbangan barang bukti sabu yang dimiliki suaminya di Kantor Pegadaian Tanjungpinang.

Perempuan berhijab itu pun bercerita bahwa suaminya GT sudah beberapa hari tidak pulang kerumah. Terakhir, katanya, ia bertemu dengan GT pada saat sejumlah anggota polisi menggeledah rumahnya, pada Rabu (7/2). 

Saat itu, ia pun kebingungan lantaran tidak tahu permasalahan yang dialami suaminya tersebut.

"Waktu polisi geledah rumah saya, dia (GT) ada, tapi kami tidak bisa bertatap, sejak itu, terakhir saya bertemu," ucapnya.

Sejak itu pula, kata perempuan satu anak itu, keburukan sang suami terungkap. Suaminya yang ia ketahui itu bekerja di salah satu kantor dinas di Provinsi Kepri, ternyata sudah hampir satu bulan tidak masuk kerja. Ia menganggap, perbuatan GT bukan saja menipu dirinya dan anaknya yang masih balita itu, tetapi juga keluarga besarnya.

"Tahunya, setiap pagi dia pergi kerja, ternyata tidak sampai ke kantornya," ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan suaminya itu dalam kasus narkoba memang tak terlintas dibenaknya. Namun, sebulan belakangan ini, aktivitas sang suami sedikit janggal. 

Sebab, biasanya GT jarang keluar malam-malam, malah beberapa waktu terakhir ini sang suami semakin sering keluar malam.

"Pantasan, dia sekarang sering keluar malam, keluarnya tengah malam, kadang sampai subuh baru pulang. Kadang, pas saya kebangun, karena anak minta susu, dia sudah tak ada lagi disamping saya," ucapnya.

Kasatres Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Muhammad Djaiz, mengungkapkan kasus narkoba itu berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang akan mengedarkan narkoba jenis sabu di dekat Morning Bakery, Batu 8 Kota Tanjungpinang. 

"Setelah mendapatkan laporan itu, kemudian anggotanya langsung melakukan penyelidikan," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan itu, kata Djaiz, anggotanya langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku YT di Jalan Sulaiman Tanjungpinang sekitar pukul 00.10 WIB, Rabu (7/2). Dari pengungkapan itu, dilakukan penggeledahan dan ditemukan satu paket kecil sabu seberat 0,29 gram

"Saat digeledah, di badan tersangka (YT), ditemukan 1 paket kecil dan ia mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari tersangka GT," ungkapnya.

Sekitar satu jam setelah penangkapan tersangka YT, lanjut Djaiz, dilakukan pengembangan dan ditangkap pula tersangka GT yang merupakan mantan pegawai honorer.

Dari tangannya ditemukan satu paket kecil sabu-sabu sebanyak 0,35 gram yang ditemukan di bawah kaki tersangka, di Jalan Bakar Batu, Tanjungpinang. 

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(bet)