Selasa, 13 Februari 2018, 14:31
OTT Tim Saber Pungli Polres Karimun

Rp 15 Juta Untuk Suap Pegawai PLN

KARIMUN, POSMETRO.CO : Unit Penindakan Tim Saber Pungli Polres Karimun melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (12/2/2018) di depan Kantor PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, Jalan Pertambangan, Kelurahan Sei Ayam, Kecamatan Tebing. Dua orang diamankan dalam OTT yang digelar sekitar pukul 15.09 WIB.

Aksi OTT yang dilakukan terkait dugaan uang denda pelanggaran pindah meteran yang dilakukan seorang pelanggan PLN berinisial RZ,di Kecamatan Buru. Dari tangan pelaku polisi mengamankan uang tunai sekitar Rp15 juta. Diduga uang tersebut merupakan uang denda Pelangaran Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), yang harus dibayarkan seorang pelanggan PLN di Kecamatan Buru usai pengecekan petugas P2TL empat hari lalu.

Data yang diamankan pelaku yang merupakan oknum pegawai PLN, diketahui berinisial CHT (29), didapati pelaku menjabat sebagai bagian Pengawasan Perkreditan di Kantor PLN Rayon Tanjungbalai Karimun.

Penangkapan pelaku dilakukan saat seorang pria yang merupakan pengojek mengantarkan amplop coklat padi kepada pelaku, di seberang jalan Kantor PLN. Usai serah terima amplop itu pun polisi pun langsung mengamankan keduanya berikut barang bukti yang sudah berada di tangan pelaku.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajarudin Sik yang dikonfirmasi POSMETRO Selasa (13/2/2018) kemarin, melalui Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febriantara menyatakan masih melakukan pendalaman.

“Barang bukti yang kita amankan uang tunai Rp15 juta yang merupakan uang dari Korban RZ yang dimintai untuk membayar denda melaluinya,” ujar Lulik. Dikatakan Lulik, dari operasi tangkap tangan berawal dari dugaan adanya pelanggaran  P2TL dengan kode pelanggaran PIV yang diterima Rz, RZ akhirnya menghubungi CHT, dikarenakan CHT yang telah memindahkan meteran ketika ia menjabat kepala Sub Rayon PLN di Kecamatan Buru.

Dari situlah CHT meminta korban untuk membayar uang Rp32 juta. Namun korban tak mampu membayar sebesar itu. “Dari situ terjadi negosiasi, hingga turun menjadi Rp15 juta, usai 4 hari setelah itu, korban akhirnya membayarkannya senilai yang diminta CHT,” ujar Lulik.

Lulik pun menyatakan, namun saat itu, korban tidak mengantar langsung, melainkan menggunakan jasa perantara ojek berinisial JH. Atas perbuatannya pelaku kit jerat dengan Pasal 8 pasal 12e uu tipikor dan atau pasal 368 KUHpidana terkait kewenangannya. “Untuk saat ini dari 2 yang kita amankan, 1 kita tetapkan sebagai tersangka yaitu CHT yang merupakan oknum pegawai PLN Rayon Karimun,” ujarnya lagi.(ria)