Rabu, 14 Februari 2018, 19:19

Wakil Ketua DPRD: Diindikasi 50 persen Tenaga Kerja WNA di Karimun Tak Kualifit

KARIMUN, POSMETRO: Wakil Ketua DPRD Karimun, Bhakti Lubis menyatakan dari semua tenaga kerja Warga Negara Asing (WNA) di Karimun 50 persennya diindikasi tidak berkilifikasi. Hal ini seiring adanya hasil temuan yang dari Inspeksi Mendadak (Sisak) yang dilakukan Komisi I DPRD Karimun bebeapa waktu lalu.


Bahkan hasil temuan dinyatakan masih banyak WNA yang bekerja di Karimun dinyatakan “Illegal”.
Bukan itu saja. Politisi dari Partai Hanura ini pun menyatakan banyak WNA yang bekerja di Karimun justru di lapangan ditemukan bekerja sebagai buruh kasar.


“Temuan kita dulu di tahun 2017, hampir 50 persen lebih tenaga kerja WNA di Karimun tidak berkualifikasi atau layak,” tegas Lubis.


Sementara itu, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja diharapkan dapat melakukan pengawasan kembali terkait ini. "Kita pernah temukan seperti di kapal isap timah yang pernah kita lakukan dulu, dalam satu kapal saja pekerjaan buruh kasar justru di rekrut di Karimun, sayangnya dalam tekhnis data yang di kirimkan disebut sebagai bekerja sebagai Enginering bahkan jumlahnya hampir belasan di satu kapal, aneh juga dalam satu kapal jabatan enginering sampai belasan orang,” tambah Lubis.


Keterangan Lubis jelas memastikannya maraknya tenaga kerja asing yang diduga tidak mengangtongi dokumen yang sah.


Namun untuk memastikan, Lubis meminta agar pengawasan masuknya tenaga Kerja Asing di Karimun untuk di tingkatkan.


“Pengawasan terhadap agen penyalur tenaga kerjanya harus di tingkatkan, jangan sampai pekerjaan buru kasar saja di Karimun di kerjakan oleh tenaga asing, jelas akan memicu konflik dikemudian hari,” tambah Lubis.(ria)