Kamis, 15 Februari 2018, 13:16

Dua Perumahan di Batuaji Terdampak Hawa Limbah Beracun

BATAM, POSMETRO.CO : Warga Perumahan Bagaman dan Marina Grand, kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, resah dengan adanya limbah yang dianggap berbahaya. 

Di lokasi tersebut ada beberapa titik tumpukan sampah, yang diduga mengandung rancun.

Menurut cerita warga sekitar, dulunya di samping Perumahan Bagaman, ada perusahan bergerak di bidang daur ulang barang bekas.

Tapi sejak tahun 2013 lalu, perusajaan itu sudah tidak beroperasi lagi. Sisa barang milik perusahan berupa karet, balon galangan kapal dan VBC (komponen elektronik), dibiarkan berserak di lahan kosong.

"Perusahan itu berdiri sejak tahun 2009 lalu, tapi tak tahu kenapa perusahan ini sudah tutup, sisa barang milik perusahaan pun di biarkan berserak," ungkap Sumasudin (39) seorang warga disana.

Karena sudah lama, barang bekas ini pun di tutupi dengan semak belukar. Hingga Selasa (13/2), semak yang menutupi barang bekas ini terbakar. Otomatis barang bekas ikut terbakat dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

"Tempat tinggal kami tercemar oleh asap pembakaran limbah karet dan VBC, asap barang elektronik ini pun menyebar hingga ke Perumahan Marina Grand dan sekitarnya," ujar Sumasudin.

Selain asapnya yang sudah mencemari udara, warga juga merasa sesak nafas. Itu semua lantaran asap dari pembakaran itu mengandung racun.

"Jika menghirupnya, maka akan terasa perih pada saluran pernapasan. Kami harap supaya pemerintah menanggapi keluhan kami," harapnya.

Leo Lasmana, anggota Lembaga Pemberdaya Masyarakat (LPM) Kelurahan Tanjunguncang menuturkan, kondisi lingkungan yang tak nyaman itu sudah sering di sampaikan ke aparat pemerintah, namun sampai saat ini belum ada tindakan apapun.

Masih dengan Leo, tahun 2013 lalu, keluhan ini sudah di sampaikan ke Bapedalda (saat ini Dinas Lingkungan Hidup). Namun keluhan itu tak digubris. Bahkan sebagian limbah ini sudah ditanam oleh pihak perusahaan, di lokasi reklamasi belakang perumahan Bagaman.

"Perusahan ini sudah lama beroperasi, tapi sekarang sudah tutup. Meski demikian, limbahnya masih di biarkan berserak, harusnya mereka membersihkan limbah sebelum pergi dari lokasi," tutur Leo.

Dengan keluhan yang sudah di sampaikan ini, Leo berharap agar DLH kota Batam melakukan tindakan tegas. Semua itu demi kepentingan dan kesehatan masyarakat yang berdomisili di sekitaran lokasi.

"Imbasnya sama warga, jadi ini harus cepat di tanggapi," ucap Leo, Rabu(14/2) siang.

Menurut Leo, limbah yang menumpuk itu merupakan limbah jenis B3 (beracun). Itu semua karena ada zat kimia berbahaya dalam serpihan VCB dan limbah lainya.

"Dulunya ada orang Bapedalda yang datang, tapi mereka tidak menindak lanjuti. Padahal mereka juga akui kalau ini limbah B3," tutup Leo.

Terkait limbah perusahan, Ridwan sebagai Camat Batuaji mengaku sudah mengetahuinya. Awalnya Kecamatan Batuaji mendapatkan informasi bahwa ada pembakaran di lokasi tersebut.

"Begitu mengetahui kebarakan, kami langsung koordinasi dengan pemadaman. Ternyata memang betul, di lokasi ini ada limbah berbahaya," ujar Ridwan. 

Untuk menindak lanjut hal ini, pihaknya Kecamatan akan segera memanggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan dan pertanggung jawaban. Selain itu, hal ini akan disampaikan ke pihak DLH.

Pantauan POSMETRO di lapangan, lokasi penimbunan limbah tersebut terlihat sepi. Di lahan perusahaan terlihat serpihan komponen eltronik yang sudah digiling. Sedangkan di sekitaran gedung tidak ada ditemukan plang perusahaan.(jho)