Jumat, 16 Februari 2018, 14:22

Ponsel Pintar Disita Guru, Siswi SMP di batam Sayat Tangan

MATANYA berkaca-kaca. Seperti ada yang hilang pada diri belia berinisial M ini. Berlalu dari ruangan guru, M merengek pada saudaranya yang dipanggil datang ke sekolah, "Hapenya ditahan!" Aduan M tak diacuhkan. Kakaknya hanya tersenyum. Tapi, M tetap saja merengek, meminta kakaknya menebus telpon genggam yang ditahan guru.

"Hapenya kami tahan karena permintaan orangtuanya sendiri," sebut seorang guru di sekolah itu, yang tak mau namanya disebutkan. Sang guru juga meminta, POSMETRO menyamarkan nama siswi dan sekolah tersebut. M merupakan pelajar sebuah Sekolah Menengah Pertama di Batam. Di rumah, dia hanya memainkan hape. "Masuk kamar, pintu ditutup, dia sibuk main hape," begitu pengaduan orangtua M ke sekolah.

Awal pekan lalu, gawai atau ponsel pintar siswi berwajah manis ini disita guru. Isinya diperiksa. Tak ada hal yang nyeleneh. Percakapan via chating juga tak ada yang menyimpang. Tapi, di dalam hape itu tersimpan sebuah game: mobile legends. Ada juga sebuah foto yang menurut guru tak patut disimpan di gawai itu. Dalam foto itu, ada dua teman M. Laki-laki dan perempuan. Sebaya. Siswa lelaki itu mencium kening si pelajar perempuan.

"Itu, kan, bukan saya," kata M, membela diri. Guru mempertanyakan alasan foto itu ada di gawi milik M. Dia diam, tak menjawab. Lalu, meraung sejadinya. Meminta gawainya dikembalikan.

Tak terpikirkan oleh guru, M bertindak diluar dugaan. Dia mencabut jarum pentul di hijabnya. M menggores-goreskan jarum itu ke tangannya sendiri. "Kami tak menyangka anaknya nekat begitu," kata S, guru M. Siswi putih-biru itu seperti sudah kecanduan hape.

Hasil introgasi guru, M beralasan selalu main hape lantaran orangtuanya tak pernah ada waktu untuknya. Sibuk bekerja. Tapi, hal itu ditampik orangtua M. Kasih sayang yang diberikan pada M tak pernah kurang. Bahkan, orangtuanya mengaku bekerja keras hanya untuk masa depan M.(chi/ddt)