Jumat, 16 Februari 2018, 15:03

45 Hari Polda Kepri Tangani 66 Kasus Narkoba dan Amankan 18 Tersangka

BATAM, POSMETRO.CO : Dalam 45 hari Polda Provinsi Kepulauan Riau menangani 66 kasus narkotika dan mengamankan 18 tersangka yang keseluruhannya Warga Negara Indonesia dengan barnag bukti ekstasi, ganja, sabu dan katinon. 

Waka Polda Kepri Brigjen Yan Fitri, di Batam, pada Kamis (15/2), mengatakan barang bukti narkotika yang didapatkan dari para tersangka akan dimusnahkan dan merupakan hasil pengungkapan dari beberapa pihak. 

Seperti Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri serta hasil kerjasama Polda Kepri dengan Bea Cukai, Avition Security (Avsec) Bandara Hang Nadim Batam dan PT POS Indonesia yang dilaksanakan pada Desember 2017 dan Januari 2018.

"Barang bukti narkotika tersebut diperoleh dari 11 laporan polisi di wilayah hukum Polda Kepri," katanya. Barang-barang haram itu kata Yan didapatkan dari Bandara Internasional Hang Nadim dan di tengah laut sekitar Pulau Setokok Bulang Kota Batam dengan barang bukti jenis sabu 89,270,60 gram. 

Kemudian kata Yan di tengah laut sekitar pulau Setokok Bulang Kota Batam didapatkan barang bukti berupa ekstasi 27,352 butir, dari kantor PT Pos Indonesia Batam Centre  berupa katinon 50.100 gram dan dari Ruli Tiban Lama, Sekupang ganja kering 26.208,29 gram. Yan menjelaskan barang bukti jenis sabu yang akan dimusnahkan sebanyak 74325,5 gram, katinon 48.951 gram, ganja 25.763 gram dan ekstasi 27.252 butir. 

"Dari 11 laporan polisi diamankan 18 orang tersangka dan saat ini berstatus tahanan Ditresnarkoba Polda Kepri dan Satresnarkoba Polresta Barelang," ujarnya. 

Yan menambahkan untuk modus operandi narkotika jenis sabu, dari hasil pemeriksaan pihaknya terhadap tersangka barang haram tersebut berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Kota Batam sebagai daerah transit.

Pada tersangka lanjut Yan dijerat dengan pasal Pasal 111, 112 dan 114 ayat (2) Undang undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman paling singkat empat tahun pernjara dan maksimal hukuman mati.(abg)