Kamis, 22 Februari 2018, 12:47

Gasing Lingga Bakal Diusulkan Menjadi Benda Nusantara 

LINGGA, POSMETRO.CO : Pengurus Pelestarian Permainan Rakyat Tradisional Kabupaten Lingga, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga bersama Kades Merawang, LAM Merawang, dan Persatuan Pemuda Merawang, serta LAM Kabupaten Lingga Bangkit, akan kembali menyemarakkan permainan tradisional gasing.

"Saya bersyukur sekali, ternyata gasing yang Pemkab Lingga helatkan pada acara perhelatan memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa Tahun 2017 lalu,  mendapat respon positif dari masyarakat," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Kabuapten Lingga H Muhammad Ishak di sela acara final gasing di Desa Merawang, akhir pekan lalu.

"Alhamdulillah permainan berjalan lancar dan mendapat respon luar biasa dari masyarakat, sehingga masyarakat dari berbagai desa pelosok berdatangan di lapangan gasing Kampung Budus Desa Merawang," terang Ketua LAM Provinsi Kepri Kabupaten Lingga, saat penutupan dan laga akhir atau final.

Selain didatangi Ketua LAM Kabupaten Lingga, juga di hadiri Ketua LAM Kecamatan Lingga, Ketua LAM Kota Batam sekaligus anggota DPR RI Drs Nyat Kadir.

"LAM itu punya tugas dan fungsi luas, tidak saja tentang adat seperti tepuk tepung tawar, adat perkawinan dan pakaian tetap juga melestarikan segala budaya Melayu yang pernah berkembang tempo dulu, termasuk juga ikut membantu pemerintah bagaimana membangkitkan ekonomi masyarakat Melayu," terangnya.

Menurut Ishak, dengan adanya permainan gasing Lingga ini, ada beberapa dampak positif yang bisa kita rasakan dan lihat langsung. Selain permainan dapat di lestarikan, juga menjadi tontonan atau hiburan serta silaturahmi masyarakat dan individu, juga berdampak ekonomi pada masyarakat.

"Adanya permainan gasing, maka tumbuhlah para pelarik (pembuat gasing) di sudut-sudut kampung. Harga gasing berkisar Rp20 ribu sampai 70 ribu per buah dan belum lagi harga alat pemutarnya. Ada yang mengaku, dalam tiga hari mendapatkan Rp 3 Juta," tuturnya.

"Permainan gasing di Kabupaten Lingga memang berbeda dengan daerah-daerah lain, makanya kita sebut dengan gasing Lingga, karena jenis gasing dan memainkannya memang unik," imbuhnya.

Muhammad Ishak berkomitmen, Tahun 2018 Pemkab Lingga melalui Dinas Kebudayaan melalui pemerintah Provinsi Kepri, agar gasing Lingga di jadikan warisan benda nusantara termasuk tudung manto, bansawan, tari inai, yang sudah dulu di tetapkan pemerintah pusat sebagai warisan benda nusantara dari Kepri. (mrs)