Kamis, 22 Februari 2018, 15:10

Dua Operator Dapat Izin, Dishub Kepri Jatah 300 Unit Taksi Online

BATAM, POSMETRO.CO : Sebanyak 15 perusahaan yang akan mengelola taksi online dan mengajukan izin ke Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, baru ada dua perusahaan sudah mendapat ijin operasional. Sementara 13 perusahaan lainnya masih dalam proses. Sementara jumlah armada taksi online yang diberikan kuota, hanya 300 unit. 

‎Kuota taksi online yang disiapkan itu diungkapkan Kadis Perhubungan Kepri, Jamhur Ismail, Rabu (21/2) saat rapat dengan pengelola taksi konvensional, taksi online, Dishub Batam, aparat kepolisian dan lainnya. "Dinas Perhubungan menentukan kuota sementara. Kuota sementara taksi online, 300. Ini kuota sementara yang dihitung Dishub," ungkap Jamhur.

‎Menurutnya kuota itu diperoleh dari kajian yang mereka lakukan dan survey berbagai pihak. Namun belum dari survey independen. Sehingga, disebut sebagai kuota sementara. Dimana, kuota final akan ditentukan setelah survey lembaga independen keluar. 

"Bisa bertambah. Tapi tergantung hasil survey lembaga independen. Surveynya empat bulan. Satu bulan untuk menentukan lembaga survey. Jadi baru selesai Juni. Jadi Juli baru ditentukan hasilnya," beber Jamhur.

‎Namun karena waktu selesai survey Juni, maka ditentukan kuota sementara 300 unit. Kuota itu ditentukan, agar taksi online bisa beroperasi sementara dengan jumlah itu, sebelum keputusan final soal jumlah kuota. Diiharapkan, taksi online dan konvensional tahu posisi masing-masing, jangan sampai bentrok.

"Pemprov Kepri ada tugas, mengeluarkan ijin. Untuk mengeluarkan ijin, harus tahu kuota. Menunggu Juli, disiapkan kuota sementara, biar taksi onlie yang sudah dapat izin, bisa beroperasi. ‎Dapat izin baru PT Suluh dan Koperasi Patriot. Tapi lainnya proses. Kita perlu bicara, bagaimana membagi kuota," bebernya lagi.

Namun, jumlah kuota itu belum disetujui saat rapat itu. Pengelola taksi online keberatan dengan jumlah itu.  Karena belum disetujui, maka akan dikaji lagi. Namun ditegaskan, kuota taksi keseluruhan di Batam, tidak melebihi 3 ribu unit.

‎"Tapi belum satu suara. Jadi belum ditetapkan. Kalau disetujui (tadi), kuota ditetapkan Gubernur. Ini kuota sementara, yang dihitung Dishub. Dengan ada catatan. Itu sambil kita menunggu hasil survey Juni," imbuhnya.

Sementara pengurus taksi online, Boby Ahmad meminta penambahan kuota dari 300 unit. "Mengenai kuota, 300 unit. Mohon ditambah, setidaknya 600 unitlah. Kemarin itu waktu Januari, terhitung konvensional ada dua ribu-an. 1,200 sampai 1.300 yang tidak layak. Gimana kalau kuota yang tidak layak, dikasih setengahnya untuk kami," harap Boby.

Boby juga menyinggung terkait taksi online yang bereoperasi walau ijin belum keluar. Menurutnya, mereka bukan tidak taat hukum. Hanya saja, izin yang mereka urus belum keluar-keluar, sehingga mereka tetap beroperasi. Demikian, mereka minta tidak disweeping. "Kami sangat ingin persaingan yang baik," harapnya.

Menurutnya, sesuai Permenhub, jumlah taksi online bisa sama dengan jumlah taksi konvensional. Sehingga mereka meminta agar diberikan kuota lebih. "Soal tarif, kami tidak masalah. Kami tidak melihat tarif, kami bisa dapat bonus, Rp30 sampai 400 ribu per hari. Tapi soal kuota, mohon pertimbangan," jelasnya.

Sementara Fery dari PT Suluh Divisi Online mengatakan, sebagai perusahaan taksi online yang sudah memenuhi syarat, mereka juga meminta tambahan kuota. Penambahan kuota itu tidak lepas dari jumlah taksi yang tidak layak di Batam, cukup besar. "Untuk Batam tahun 2017, prediksi kebutuhan angkutan, 4.870 kuota‎. Untuk taksi yang layak dari konvensional, kuota 2.545. Karena itu, kami minta kuota ditinjau," sambung dia. (abg)