Jumat, 02 Maret 2018, 12:10

Mantan Polisi Bunuh 19 Wanita, Lalu Dipotong-Potong

 

METRO, KRIMINAL: Seorang mantan polisi menghabisi nyawa 19 wanita pekerja seks komersial. Sadisnya, bukan hanya membunuh saja, tapi pelaku juga memotong-motong tubuh korbannya agar tidak terdeteksi.

Hakim di Novosibirsk, Siberia barat daya, memberikan vonis bersalah pada mantan polisi Yevgeniy Chuplinsky atas kekejamannya membunuh 19 wanita. Putusan pengadilan dijatuhkan pada Rabu kemarin.

Namun keputusan untuk hukuman apa yang akan diterima Chuplinsky baru dilaksanakan pada 5 Maret 2018. Pembunuhan dilakukan selama tujuh tahun yang dimulai pada musim gugur 1998 sampai Juli 2005.

Para korbannya adalah wanita tunasusila alias pelacur berusia antara 18 dan 31 tahun. Pria itu membunuh mereka sesaat setelah menggunakan layanan seksual mereka.

Guna menyembunyikan kejahatan, dia memotong-motong mayat dan meninggalkan sisa-sisa korban di berbagai wilayah kota dan sekitarnya. Ini dilakukan agar para korban tak ditemukan.

Chuplinsky ditangkap pada tanggal 23 April 2016. Penyidik telah melakukan investigasi pada 5 ribu orang yang dicurigai telah melakukan kejahatan tersebut.

Lalu, mereka menanyai 200 saksi dan melakukan lebih dari 300 tes. Terdakwa awalnya mengaku bersalah tapi kemudian mulai bersikeras bahwa dia tidak bersalah. Dia dinilai waras saat melakukan pemeriksaan.

Penyidik mengatakan, kasus ini dipermudah dengan cara pencocokan DNA yang canggih. Dengan menggunakan pencocokan DNA tersebut, Chuplinsky tidak bisa mengelak lagi.

"Tentu saja, tidak ada yang bisa dibanggakan, tapi sebelum saya pensiun pada 2003, saya membangun hubungan baik dengan WTS di jalan yang mabuk," kata Chuplinsky pada penyidik.

Tokoh masyarakat setempat Yekaterina Belonog mengatakan, ia tidak menyangka Chuplinsky adalah pembunuh sadis. Sebab Chuplinsky adalah salah satu anggota masyarakat yang paling aktif.

"Dia baik hati, perhatian, dan tidak pernah menimbulkan perasaan buruk,” ujarnya. (jpg)