Jumat, 02 Maret 2018, 14:21

Batam Menari, Obsesi BP Batam pecahkan Rekor Muri

BATAM, POSMETRO.CO : Badan Pengusahaan (BP) Batam, menggandeng pimpinan Kinarya GSP, Guruh Soekarno Putra, akan menggelar agenda parawisata, Batam Menari. Ditargetkan, 16 ribu penari akan tampil membawakan tarian yang dinamai tarian rampai Batam. Tarian yang didesain Guruh itu, menggabungkan beberapa tarian daerah menjadi satu tarian yang diberi nama, tarian rampai Batam.

Guruh Soekarno Putra yang didampingi Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (1/3) di gedung Marketing BP, menjelaskan perihal tarian rampai Batam. Saat ini diakui, tim dari Kinarya GSP sudah di Batam dan mulai melatih calon pelatih untuk kelompok masyarakat Batam. 

"Tujuh orang sudah dikirim untuk melatih di Batam. Mereka melatih seratusan orang, untuk melatih elemen masyarakat yang terlibat nanti," ungkap Guruh.

Disebutkan, tarian berdurasi sekitar 7 menit itu, konsepnya tetap dari tarian daerah masyarakat di Batam. Dimana, dalam tarian ditampilkan keberagaman suku atau etnis masyarakat Batam. Sehingga satu tarian yang diberi nama, tarian rampai Batam, merupakan gabungan dari beberapa tarian yang menjadi khas Batam.

"Koreografinya dari unsur tari Melayu, Minang, Batak, China dan Jawa. Kami menyiapkan yang tidak terlalu sulit tapi tariannya indah. Kalau terlalu lama, dalam pelaksanaannya, bisa kami sederhanakan," beber Guruh. 

Guruh mengaku senang dilibatkan dalam acara Batam Menari, sehingga persiapan sudah mereka lakukan sejak dua bulan lalu. "Kami minta doa, agar apa yang kami lakukan, mendapat kemudahan. Sehingga bisa terlaksana dengan baik. Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi," sambungnya.

Sementara Kepala BP Batam, Lukita mengungkapkan jika Batam Menari akan berlangsung, 8 April 2018. Kegiatan diakui akan berlangsung sekitar wilayah Batam Centre. Namun tidak disebutkan lokasi pastinya. "Kita sudah ketemu dengan payuguban dan ‎elemen masyarakat lainnya, untuk berpartisipasi. Makanya sudah ada yang dilatih," cerita Lukita.

Disebutkan, tarian yang dikonsep pihaknya bersama Guruh itu, menjadi tarian utama. Selain itu, akan ada tarian-tarian lain yang akan ditampilkan. Ditargetkan, kegiatan ini akan mendapat MURI. Selain masyarakat, kegiatan itu juga melibatkan pegawai BP dan Pemko Batam.

"Sebelumnya di Aceh mendapat MURI, melibatkan 10 ribu penari. Ini kita targetkan peserta penari, sekitar 16 ribu," beber Lukita. 

Karena itu, pihaknya mengharapkan partisipasi masyarakat, dalam mendongkrak nama parawisata Batam. Keterlibatan masyarakat dari berbagai suku itu, menjadi cermin masyarakat yang multietnis. "Walau multi etnis, tapi bisa bersama," sambungnya.

‎Pada kegiatan yang diperkirakan berlangsung, malam mulai sekitar pukul 19.00 WIB itu, akan diisi juga dengan penampilan artis dari Jakarta. "Nanti penari akan menggunakan pakaian etnis. Acara akan disemarakkan Wali Band, Enjel Production dan pembawa acara, Ivan Gunawan," beber Lukita.

BP memilih kolaborasi tarian etnis di Batam, dengan harapan, untuk menunjukkan kebersamaan masyarakat."Kita ingin kebersamaan, karena disini memang tanah Melayu, tapi etniknya dari semua daerah Indonesia. Kami mengajak masyarakat yang multi etnik, untuk menggerakkan parawisata, melalui Batam Menari," ajaknya.

Ditanya anggaran, diperkirakan sekitar Rp6 sampai 7 miliar. Namun sebagian besar dibantu sponsor. Baik sumbangan dari pelaku usaha keparawisataan, industri, juga dari perusahaan nasional yang beroperasi di Batam. "Ini tahun pertama. Diharapkan menjadi agenda tahunan. Sama seperti Java Jazz yang sudah jadi agenda tahunan," katanya.

Selain acara Batam Menari, digelar juga pameran UMKM selama kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan Batam Menari memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Kita juga melibatkan UMKM. Mereka akan buat pameran juga. Jadi menggerakkan ekonomi masyarakat kecil," harap Lukita. (abg)