Selasa, 06 Maret 2018, 16:53

Mantan Kasatpol PP Pemko Batam Ditahan

BATAM, POSMETRO.CO : Berkas Penahanan Mantan Kasatpol PP Kota Batam, Hendri, terkait penipuan dan penggelapan terhadap salah satu developer di Batam, dinyatakan telah lengkap atau P21. Hendri kini ditahan di Rutan untuk menunggu sidang di Pengadilan Negeri Batam. Selasa (6/3) siang, unit satu Polresta Barelang telah melimpahkan berkas, barang bukti, dan tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Berpakaian kemeja marun motif kotak-kotak dengan celana kain berwarna hitam, Hendri, mantan Kasatpol PP Kota Batam berjalan masuk ke ruang Pidana Umum Kejaksaan Negeri Batam. Sejak pagi sekira pukul 10.00 WIB, Hendri diperiksa di Kejaksaan sampai pada pukul 13.30 WIB siang.

Kedatangan Hendri merupakan tindak lanjut dari tahap pertama mengenai kasus dugaan penggelapan yang dilakukannya. Sempat ditangguhkan penahanan pada tahap pertama, kini Hendri harus mendekam sementara di Rutan, sebelum disidang di kursi peradilan dalam waktu dekat.

Hendri nampak lemas, saat keluar dari pemeriksaan. Digiring bersama petugas kejaksaan dan kepolisian, ia terlihat memperkuat diri dengan nasib yang ia alami. Di hadapan pewarta, Hendri terkesan tak mau banyak bicara.

"Saya yang alami, saya yang jalani. Saya bertanggungjawab. Tak ada melibatkan siapapun. Harus gentleman," kata Hendri singkat, setelah pemeriksaan selesai. Siang itu, Hendri langsung diantar ke Rutan.

Sementara dijelaskan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kota Batam, Filpan F. D Laia, kasus ini ditahap duakan, dengan tujuan mempercepat persidangan. Alasannya, yakni Pasal 21 KUHP tentang melarikan diri, menghilangkan alat bukti dan mengulangi perbuatan.

"Kemarin dia (Hendri) sempat cicil tapi belum selesai. Baru sekali cicil," kata Filpan.

Adapun jumlah nominal kerugian korban mencapai Seratusan Juta Rupiah, dan dicicil setelah penyidikan dilakukan. "Untuk mempercepat persidangan, kami ambil langkah penahanan untuk dijadikan tersangka," ungkapnya.(iik)