Kamis, 08 Maret 2018, 17:59

Dengan Isakan Tangis, WNA Pelaku Cabul Terima Hukuman 13 Tahun Penjara

BATAM, POSMETRO.CO : Mohammad Asri alias Abah, terdakwa kasus pencabulan kepada tiga orang anak di bawah umur tidak bisa menahan tangis, usai pimpinan sidang Hakim Pengadilan Negeri Batam Renni Pitua Ambarita membacakan tuntutan kepada terdakwa hukuman 13 tahun penjara, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (1/3). Pimpinan sidang Hakim Renni sempat memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berdiskusi dengan pengacara atas dakwaan yang di sampaikan. 

"Saya berikan kesempatan hak anda untuk memutuskan banding atau menerima, silahkan diskusikan dengan kuasa hukumnya," ujar Renni. Terdakwa langsung menghampiri pengacara dan berdialog tidak lebih dari 3 menit. Usai berdiskusi terdakwa akhirnya menerima putusan hakim pengadilan." Saya menerima yang mulia, " ujar terdakwa yang asal warga negara Singapura itu dengan singkat.  

Usai Hakim menutup sidang, petugas pengawal tahanan langsung memborgol terdakwa. Sambil menutup mata dan menangis digiring ke ruang tahanan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam yang dikonfirmasi usai persidangan tertutup mengatakan bahwa seluruh dalil dalam dakwaan telah terbukti. Selain itu, perbuatan terdakwa yang tergolong keji kepada anak angkatnya tersebut membuat ia dirasa pantas menerima hukuman itu. 

"Korban di bawah umur dan dua korban merupakan anak angkatnya. Selain itu, terdakwa merupakan WNA," kata JPU Sigit. Sementara itu, dalam persidangan tertutup sebelumnya terungkap, tiga orang korban sodomi yang dihadirkan ke persidangan mengaku selalu diancam oleh terdakwa agar tidak melaporkan perbuatan kejinya kepada siapapun. 

"Korban mengaku diancam oleh terdakwa. Dan terdakwa ini sering memarahi para korban, jadi para korban takut untuk melapor," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Agus Ambarawa Wisesa, usai persidangan yang berjalan secara tertutup tersebut. 

Kadek menjelaskan, terdakwa yang merupakan warga negara Singapura ini memiliki sanggar tari di rumahnya yang berada Kavling Baru, Kabil. Pada dasarnya, ia merupakan pribadi yang menyukai anak-anak. Hingga akhirnya, terdakwa menawarkan tempat tinggal kepada dua korban AF (14) dan BA (15). Sedangkan FB (12) merupakan teman AF dan BA yang sering main ke rumah terdakwa. 

"Modusnya terdakwa, dia mau menyekolahkan anak-anak, tapi pada kenyataannya tidak disekolahkan sampai saat ini. Itu hanya modus terdakwa saja," kata Kadek. (abg)