Jumat, 09 Maret 2018, 07:57

Bongkar dan Sita Barang Dagangan, Pengusaha Praperadilan Aparat

BATAM, POSMETRO.CO : Seorang pengusahan, Yohanes Juko Suwarno melalui kuasa hukumnya Anang dan Agus Amr, Selasa (6/3) melayangkan surat gugatan pra peradilan kepada Direktorat Polisi Air (Ditpolair), dan Kantor Bea Cukai Batam ke Pengadilan Negeri Batam. 

Kuasa Hukum Yohanes, Anang Yuliardi menerangkan, kedua instansi ini digugat setelah melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang dagangan milik Yohanes, tanpa dasar dan surat yang jelas. 

Penyerahan surat  gugatan di antar oleh Anang dan Agus Amri secara resmi dan sudah teregister dengan nomor 01/Pid. Pra/2018/ PN Batam. Gugatan ini dirasa perlu karena pihak tergugat telah melakukan tindakan yang tidak memiliki dasar hukum. 

"Pihak Ditpolair melalukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang dagangan klien kami, tanpa dasar yang jelas. Tidak ada surat perintah dan surat penyitaannya. Jadi, penggeledahan dan penyitaan ini tidak sesuai prosedur. Makanya kami melayangkan gugatan pra peradilan untuk itu," kata Anang yang ditemui usai mengajukan permohonan gugatan pra peradilan tersebut, Selasa sore (6/3) di Pengadilan Negeri Batam. 

Anang menjelaskan, tanggal 19 Februari siang lalu, kliennya tengah membongkar barang dagangan berupa kaos kaki, cutton bad, lilin dan lainnya sebanyak 720 koli di lahan miliknya yang terletak di Desa Sembulang Camping, RT 002 RW 002, Kecamatan Galang. 

Malamnya sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah anggota Ditpolair Polda Kepri mendatangi lokasi penyimpanan tersebut dan melakukan penggeledahan. 

"Kita tanya, dasarnya menyita apa dan mereka menjawab bahwa ini barang temuan. Lalu kita minta tunjukkan surat perintahnya, mereka tidak bisa menunjukkan. Dan barang milik klien kami langsung dibawa ke kantor Polair," katanya. 

Setelah sempat mengamankan barang dagangan senilai Rp400 juta tersebut, pihak Ditpolair melimpahkan barang-barang tersebut ke pihak Bea Cukai. 

"Dan kami mendapatkan informasi, barang ini sempat ditolak oleh BC beberapa kali saat akan dilimpah oleh Polair. Tapi terakhir kali, diterima juga pelimpahan itu," kata Anang. 

Anang mengaku sangat menyayangkan sikap Ditpolair dan Bea Cukai. Terlebih, kliennya telah berulang kali memastikan bahwa barang dagangannya tersebut bukan merupakan barang seludupan atau ilegal. 

"Kami juga sudah mendatangkan penjual barang tempat klien kami membeli barang-barang itu. Dan penjual ini juga sudah menjelaskan ke mereka bahwa barang ini bukan barang-barang ilegal," pungkasnya. (abg)