Jumat, 09 Maret 2018, 14:50
3.065 Hari Dalam Tahanan, Mantan Bupati Natuna Akhirnya Bebas

''Lapas Itu Kami yang Bangun, Ternyata Itu Untuk Tahanan Saya''

 

PINANG, POSMETRO.CO : Sekitar 3.065 hari terkurung di penjara, karakter mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi tak sedikitpun berubah. Ia tampak ceria dan bahkan bercanda ria saat bertatap muka dengan tokoh agama, adat serta ratusan masyarakat asal Natuna yang tinggal di Kota Tanjungpinang. Hari itu, Kamis, 8 Maret 2018 ia pun bebas menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

Di ruangan aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, ratusan masyarakat tua dan muda asal Pulau Tujuh-sebutan lain orang Natuna, tampak menunggu kedatangannya dari penjara Batu 18, Kijang, Bintan. Setelah mobil yang membawa sosok mantan pemimpin yang pada eranya membangun masjid Agung Natuna itu turun, seruan takbir pun diucapkannya.

"Assalamualaikum, Allahuakbar!," ucap Daeng dengan lantang saat didampingi sang istri, Ngesti Yuni Suprapti yang saat ini menjabat sebagai wakil Bupati Natuna beserta sejumlah keluarganya.

Di aula itu, acara syukuran atas bebasnya Daeng Rusnadi tak hanya dinanti masyarakat asal Natuna, bahkan sejumlah tokoh di Provinsi Kepulauan Riau pun tampak memadati ruangan tersebut. Diantaranya yakni Ketua Umum Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Huzrin Hood, Zamzami serta tokoh masyarakat lainnya.

Kala itu, Daeng Rusnadi diberikan kesempatan penuh untuk menyapa sanak saudaranya yang sudah 8 tahun 5 bulan tidak pernah melihat wajahnya. Masyarakat sangat antusias. Ketika itu, ia bercerita panjang perjalanan hidupnya dari sejak dari ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. 

Ia juga sempat berada di Lapas Cipinang hingga akhirnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Masuknya ke jeruji besi itu, menurut Daeng dikarenakan dirinya salah dalam mengambil kebijakan dalam memperjuangkan nasib Natuna, yakni memperjuangkan minyak dan gas yang ada di Natuna.

"8 tahun 5 bulan kurang 5 hari, ada 436 kali Jumatan dan 7 kali puasa saya berada di Lapas. Parahnya, zaman saya di Dewan waktu itu masih Kabupaten Kepulauan Riau, Lapas itu kami yang bangun, rupanya untuk saya," katanya dengan tertawa. Masyarakat yang mendengar itupun ikutan tertawa.(bet)