Jumat, 09 Maret 2018, 15:04

Meski Rugi, Dishub Tanjungpinang Tetap Operasikan BRT

PINANG, POSMETRO.CO : Empat unit Bus Rapid Transit (BRT) bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang dioperasikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang pada Desember lalu saat ini masih berjalan. Namun, Dishub mengalami kerugian lantaran biaya operasional lebih besar dibandingkan dengan ongkos yang diterima dari masyarakat Kota Tanjungpinang.

Untuk diketahui, empat dari lima unit BRT bantuan dari pusat itu dioperasikan pada dua trayek, yakni dari terminal Bintan Center Batu 9 menuju Senggarang dan dari terminal menuju Dompak. Tarif transportasi massal ini hanya Rp2 ribu untuk pelajar dan Rp4 ribu untuk masyarakat umum.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto menuturkan, pada awal pengoperasian keempat unit BRT tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang telah mengucurkan dana sebesar Rp60 juta. Pada proses percobaan di dua trayek itu, dana sebesar yang diperoleh oleh pihaknya tidak balik modal alias rugi.

"Tidak bisa kalau bicara balik modal. Karena untuk BRT ini kita tidak menargetkan pendapatan, tapi tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi fasilitas transfortasi untuk masyarakat," katanya.

Kendati demikian, Bambang pun tidak menampik kerugian yang dialaminya. Karena memang tarif yang diberlakukan saat ini untuk dua tujuan itu sangat murah. Bahkan, hampir sama dengan angkutan kota (Angkot) yang saat ini masih berjalan melayani masyarakat, padahal kelasnya bus.

"Tarifnya murah, memang penumpang untuk kelas mahasiswa ramai, sampai berdiri di dalam bus karena penuh. Tapi tetap tidak menutupi operasional kita," tuturnya.

Bambang mengatakan, bukan Tanjungpinang saja yang tidak dapat membalikkan modal dari operasional yang dianggarkan pada setiap BRT. Bahkan, ada sebagian daerah lain yang mendapatkan bantuan BRT tetap mendukung operasional dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) seperti Kota Batam.

"Contohnya Batam, tidak balik modal. Karena ini memang sebuah tanggung jawab pemerintah untuk masyarakat," ungkapnya.

Untuk memenuhi tanggung jawab tersebut, tambah Bambang, Pemko Tanjungpinang kembali anggarkan dana sebesar Rp400 juta untuk operasional selama 12 bulan kedepan. Artinya, pengoperasian BRT dapat sokongan dana sebesar Rp33,3 juta perbulannya.

"50 persen berkurang dibandingkan pada tahap percobaan Desember 2017 lalu. Tapi, saya tidak hafal pendapatan yang diperoleh setiap bulannya," katanya.(bet)