Sabtu, 10 Maret 2018, 14:56

Nurdin Yakinkan Jembatan Babin  Bukan Hanya Sebatas Wacana

PINANG, POSMETRO.CO :Gubernur Kepri Nurdin Basirun memastikan,  bahwa jembatan Batam-Bintan (Babin),  bukan sekedar wacana angin surga.Memang,  jika dihitung ke belakang, wacana jembatan Batam-Bintan,  ini sudah 14 tahun. Jembatan Batam-Bintan, digaungkan sejak pemerintahan Gubernur Kepri pertama, Ismeth Abdullah, pada tahun 2004.

Namun, hingga berganti gubernur, dan memasuki tahun 2017, jembatan Babin tak kunjung terbangun. Alasan klasik,  untuk pembangunannya dibutuhkan anggaran yang cukup fantastis. Bahkan, jika mengandalkan  APBD/ APBN sekaligus,  jembatan itu tak bakalan terbangun. Maka, pihak pemerintah pun mengandalkan campur tangan pihak swasta.

Bagi Nurdin, apa pun rintangannya, jembatan itu akan diwujudkan. ''Pemprov akan berikan yang terbaik untuk masyarakat Kepri. Saya yakin dengan terbangunnya jembatan Babin, maka perekonomian masyarakat akan meningkat.

"Dengan adanya jembatan Batam-Bintan,  semua sektor akan bergerak maju. Perekonomian akan meningkat. Jasa,  investasi,  pariwisata,  pokoknya semua bergerak maju. Presiden juga mendukung rencana Kepri. Indonesia harus megah. Insya Allah,  April sudah ada Ground Breaking oleh Presiden. Saya perkirakan,  jika Babin ini ditangani China, dengan kecanggihan teknologinya, maka dua tahun targetnya jembatan Babin bakal selesai.'' kata Nurdin penuh antusias.

Kata Nurdin,  investor sudah ada. Maka dari itu,  pihaknya membicarakan  masalah jembatan Babin dan juga proyek strategis lainnya itu,  bersama pihak konsorsium Kepri Development Raya beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan,  ada beberapa proyek strategis yang bakal dibangun di Kepri. Selain jembatan Batam-Bintan, ada pelabuhan kontainer  dan Kawasan Ekonomi Khusus di Tanjung Sauh. Modernisasi pelabuhan Batu Ampar. Pengembangan dan modernisasi Bandara Hang Nadim, termasuk Light Rapid Transport (LRT) di Batam.

Tak hanya itu, disebutkan Nurdin,  konsorsium juga akan melakukan investasi di bidang Energi/ power planet dengan kapasitas 5 ribu megawatt, dengan menggunakan teknologi clean energy yang diproduksi oleh Pratt and Whitney power Sistem USA Amerika.

Konsorsium juga akan membangun pusat storage dan distribusi bahan bakar minyak dan gas, untuk kebutuhan pembangkit listrik maupun kebutuhan penyediaan bahan bakar untuk kapal-kapal yang melintasi perairan Kepri.

''Kita perkirakan  nilai investasi proyek tersebut diatas antara 20-30 miliar USD.  Intinya pembangunan Kepri akan dilakukan secara bertahap.'' ungkapnya serius. (aiq)