Senin, 12 Maret 2018, 14:58

Tidak Ada Ampun Jika Kepala Sekolah Melakukan Penyimpangan

BATAM, POSMETRO.CO : Unjuk rasa yang di lakukan oleh siswa SMA N 19 Kecamatan Sagulung sangat di sayangkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs H Arifin Nasir, M Si Kadisdik

"Jika kepala sekolah melakukan penyimpangan, maka tidak ada ampun, silahkan terima sanksinya," ucap Arifin Nasir, pada Senin (12/3)

Arifin menyebut, unjuk rasa yang dilakukan oleh siswa SMA 19 berlangsung dalam lingkungan pendidikan. Apalagi saat itu, kelas XII sedang melakukan ujian. Untungnya demo siswa SMA 19 bisa dibubarkan.

Setelah melakukan klasifikasi dengan kepala sekolah SMA N 19, Arifin menyebut unjuk rasa itu karena adanya ketidak puasan satu kebijakan yang ditimbulkan pihak sekolah. Ketidak puasan tersebut karena kepala sekolah SMA N 19 mengajukan bendahara BOS dari non PNS.

"Tapi nyatanya, yang siswa protes itu bukan seperti yang mereka bayangkan. Siswa menyebut, bendahara BOS itu dari non PNS. Padahal, bendahara tersebut berstatus PNS yang diambil dari sekolah lain," ungkapnya

Dalam aturannya, memang bendahara Bos tidak boleh dari non PNS. Soalnya, jika bendahara non PNS itu kabur, maka sekolah akan mengalami masalah. Tapi kalau dia PNS, maka akan erat dengan profesinya, sehingga bisa dicabut atau di berhentikan.

"Sebenarnya, bisa saja bendahara BOS ini di ambil dari sekolah lain, asalkan berstatus PNS," tegasnya.

Lanjut Arifin, dalam penggunaan BOS harus di gunakan tetap sasaran seperti pembelian buku, membantu kesejahteraan guru dengan caratan melaporkan ke Dinas Pendidikan Propinsi. Pembayaran listrik dan perbaikan kerusakan sekolah dalam skala kecil.

"Kalau salah pengunaanya, maka harus dikembalikan lagi," katanya.

Sebagai solusi dalam masalah ini, Disdik Provinsi Kepri akan memanggil orang tua siswa dan akan disampaikan pada prinsipnya anak hanya belajar, jangan terpengaruh terhadap isu-isu yang tidak jelas.

"Saya sudah mendengarkan masukan dari siswa dan kepala sekolah. Jadi kita sudah selesaikan masalah ini. Terkait bantuan sosial kepada siswa yang kemalangan sudah diberikan," ungkapnya.

Arifin juga menyampaikan, jika ada penyimpangan di setiap sekolah, ia minta supaya Kepala sekolah melakukan klarifikasi dan jangan sampai menimbulkan keresahan.

"Saya tidak akan membela kepala sekolah yang salah. Tidak akan ada ampun jika melakukan pelanggaran," tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto menyebut telah mengamankan dua siswa SMA 19. Nantinya siswa tersebut akan diintrogasi dari mana sumber demo, ide siapa dan bagaimana dia menkonsep demo.(jho)