Selasa, 13 Maret 2018, 16:05

Waspadalah: Duit Nasabah di Rekening BRI Raib Massal

 

POSMETRO.CO: Bukan hanya di Batam saja, kasus pembobolan rekening Bank BRI juga terjadi di tempat lain. Kalau di Batam modusnya dengan pura-pura meverifikasi rekening korban, di Kediri ini modusnya lain.


Elvina Khoiru kaget bukan kepalang. Nasabah Bank BRI di Kantor Cabang Unit (KCU) Ngadiluwih itu ternganga ketika mendapat notifikasi lewat short massage service (SMS). Yang menyebutkan dia telah melakukan transaksi debet di Minggu (11/3). Jumlahnya sebanyak Rp 504 ribu.

Tentu saja, Elvina bingung. Sebab, dia tak melakukan transaksi debet apapun. Apalagi saat menerima SMS itu, pukul 21.02 WIB, dia tengah berada di rumah.

Malam itu Elvina langsung mengecek saldo rekeningnya. Benar saja, uangnya sudah berkurang sebanyak Rp 504.146,49. Selain bingung dengan uangnya yang hilang misterius, Elvina pun heran dengan nilai uang yang terdebet. Karena tidak bulat. Tapi, ada pecahan. “Jumlah pengambilannya agak aneh. Sebanyak Rp 504.146,49,” ucapnya heran.

Merasa dia jadi korban pembobolan, keesokan harinya, Senin (12/3), sekitar pukul 12.30, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadiluwih ini pun mendatangi BRI KCU Ngadiluwih.

Ternyata, di tempat itu sudah ada belasan nasabah lain yang datang. Ironisnya, mereka pun melaporkan hal yang sama. Rekeningnya telah dibobol. Uang tabungan menyusut walaupun mereka tak melakukan aktivitas pendebetan.

“Saya melapor (pembobolan rekening). Dan katanya mau diproses paling lama sekitar 40 hari kerja,” ucapnya.

Kemarin, nasabah yang melaporkan ke BRI KCU Ngadiluwih sebanyak 16 orang. Mereka berasal dari tiga kecamatan, Ngadiluwih, Ringinrejo, dan Kras. Namun, ada kemungkinan jumlah nasabah yang melaporkan kejadian serupa bisa bertambah.

Jumlah uang yang didebet secara misterius itupun berbeda-beda tiap orang. Mujiat misalnya. Warga Desa Ngadiluwih ini baru tahu rekeningnya berkurang ketika hendak melakukan pengambilan siang kemarin. Saat itu dia berencana mengambil uang sebesar Rp 5 juta dari total dana Rp 50 juta yang ada di rekeningnya. Ternyata, upayanya itu ditolak mesin. Tidak bisa diproses karena melebihi batasan pengambilan hari itu.

Karena saat itu Mujiat melakukan transaksi di ATM yang ada di BRI KCU Ngadiluwih, dia langsung menuju petugas. Dia menanyakan mengapa tak bisa melakukan transaksi pengambilan. Ternyata, setelah dicek petugas, sebelumnya sudah ada penarikan sebesar Rp 10 juta.

“Bingung saya kok tiba-tiba (uang saya) hilang,” ujar Mujiat. Berbeda dengan Elvina yang mendapat notifikasi lewat SMS, Mujiat tak mendapatkannya. Karena itulah, hingga dia berencana melakukan pengambilan dia tak tahu bila ada transaksi misterius di rekeningnya.

Pihak Bank BRI Cabang Kediri langsung bereaksi. Menurut Pimpinan Cabang Bank BRI Cabang Kediri Dadi Kusnadi, mereka telah melakukan penelusuran penyebab hilangnya uang nasabah tersebut. Untuk sementara ini dugaannya adalah kejahatan perbankan dengan teknik skimming. Yaitu penyadapan data ATM nasabah melalui alat yang dipasang di mesin ATM. “Sehingga pada saat dilakukan transaksi PIN-nya bocor,” duga Dadi.

Sebenarnya, menurut Dadi, mereka sudah melakukan antisipasi adanya kemungkinan kejahatan dengan skimmer tersebut. Tim ATM dari Bank BRI jauh sebelum kejadian sudah melakukan pembersihan dan penertiban. Melihat apakah ada hal-hal yang mencurigakan di mesin ATM.

“Sebagaimana diketahui skimmer itu kecil sekali. Maka kami selalu melakukan penertiban,” ungkapnya.

Terkait dengan kasus ini, Dadi mengatakan laporan nasabah yang uangnya hilang sebenarnya sudah ada sejak Jumat (9/3). Namun, saat itu hanya beberapa orang saja. Sejak saat itu mereka sudah melakukan upaya penelusuran. Bila ditotal dengan yang melaporkan kemarin, jumlah nasabah yang uangnya hilang bisa mencapai puluhan orang.

Dadi menambahkan, ada kemungkinan pelaku adalah sindikat yang juga melibatkan orang di luar negeri. Hal itu bisa diduga dari nominal uang yang terambil yang tidak bulat. Tapi ada pula angka di belakang koma. Karena itulah kemungkinan pelaku pembobolan berada di luar negeri. Namun, tetap saja kejahatan ini juga melibatkan orang lokal.

“Ketika dolar atau mata uang asing dikonversi menjadi rupiah, hasilnya memang tidak bulat,” terang Dadi.

Kabar baiknya, pihak Bank BRI menegaskan akan mengganti uang milik nasabah yang hilang. Namun, nasabah tersebut harus melaporkan terlebih dulu ke costumer service Bank BRI. Dengan menyebutkan aduan, nomor rekening, dan jumlah uang yang hilang di tabungan. Nantinya, pihak bank akan memberi kode trouble ticket. “Dana yang digunakan untuk mengganti uang nasabah dari BRI pusat,” jelas Dadi.

Dadi belum berani menjamin rentang waktu pengembalian uang ke nasabah. Apakah cepat atau lambat. Menurutnya, pihaknya akan melihat situasi yang ada terlebih dulu. Bisa saja pengembalian uang itu berlangsung cepat. Seperti ada nasabah yang melapor pada Jumat dan sudah diganti Senin.

Namun, dia mengakui sistem yang ada belum berjalan maksimal. Hal itu yang membuat waktu pengembalian uang nasabah masih relatif.

Soal upaya hukum, Dadi mengatakan bakal bekerjasama dengan berbagai pihak. “Bisa jadi pihak polisi dan FBI. Karena ini sudah jaringan internasional,” terangnya.

Sementara itu untuk pengamanan nasabah, pihak BRI mengimbau pada nasabah untuk mengganti PIN. Mereka bisa meminta bantuan teller ataupun petugas CS. Bahkan untuk kenyamanan, pihak nasabah bisa juga memblokir PIN. “Bagi yang belum mengetahui jumlah saldo maka dilakukan pengecekan,” pungkasnya. (c1/fud/jpnn)