Rabu, 14 Maret 2018, 17:04

Keluarga Pembunuh Ayah Kandung Disebut Juga Punya Riwayat Gangguan Jiwa

PINANG, POSMETRO.CO : Heriawan (28), pelaku penganiayaan yang mengakibatkan Bong Jie Kieong (70), warga Jalan Rahayu, Barek Motor, RT 003 RW 008, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur yang merupakan orangtuanya tewas bersimbah darah diperiksa kejiwaannya di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Midiyanto Suratani Tanjungpinang pada Selasa (13/3) siang.

Heriawan datang ke RSAL menggunakan mobil minibus dengan posisi tangan terborgol. Ia dikawal sebanyak empat anggota Polsek Bintan Timur. Ia diperiksa oleh dokter kejiwaan RSAL tidak diruangan khusus, namun diperiksa di dalam mobil tersebut. Alasan, karena polisi khawatir Heriawan akan memberontak alias mengamuk.

Menurut Keterangan Kepala Bagian (Kabag) Kesehatan Kejiwaan RSAL dr Midiyanto Suratani, Mayor Laut (K) Rudy Cahyono, Sp,KJ menuturkan, pihaknya mendapat kedatangan pasien atas nama Heriawan, pelaku penganiayaan terhadap orangtuanya di Kijang. Pihak RSAL diminta oleh pihak kepolisian untuk melakukan visum kejiwaan untuk mengetahui kondisi kejiwaan Heriawan.

"Kita diminta untuk visum et Repetrum Psikiatri, tetapi di RSAL ini tidak mempunyai fasilitas itu untuk melakukan visum, karena penyidik pasti membutuhkan bantuan dokter kejiwaan untuk meyakinkan tindakan yang dilakukan pelaku," katanya saat ditemui wartawan di RSAL.

Meski tidak dilakukan visum kejiwaan, kata Rudy, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien tersebut. Namun, berdasarkan hasil observasi awal itu, pihaknya berkesimpulan bahwa diduga Heriawan mengalami gangguan jiwa berat. Faktor munculnya penyakit itu memang didukung dengan adanya riwayat dalam keluarga korban tersebut.

"Tapi, kesan awal pemeriksaan terhadap pasien, saya menemukan memang kemungkinan besar mengalami gangguan jiwa berat ya, dan ibu kandung dan kakak kandung pasien sehari-hari adalah pasien kami, artinya faktor genetik sangat kuat," ungkapnya.

Untuk itu, kata Rudy, ibu kandung bersama kakak kandung Heriawan sering mengontrol kesehatan jiwanya di poli jiwa di RSAL, sehingga bisa terkendali. Tetapi, terhadap pasien tersebut sendiri sudah hampir satu bulan sudah mengalami perubahan perilaku, dirumah susah tidur, marah-marah dan ditempatkan kerjanya di Laguna juga mengalami hal yang sama.

"Makanya saya pada waktu memeriksa dimobil tahanan polisi, dia seperti ekspresi marah, paranoid, curiga, bertanya dan jawabannya ngelantur," katanya.

Rudy menjelaskan, dari keterangan Heriawan itu, pihaknya mendapat keterangan alasan kenapa Heriawan melakukan pemukulan menggunakan bakok karena ia melihat ayah kandungnya itu berwujud mahluk halus. Kemudian, Heriawan merasa mendapat perintah untuk membunuh ayahnya tersebut.

"Pada saat ia memukul kepala ayahnya, ia merasa yang dibunuh itu adalah setan, ayahnya berwujud setan, karena memang komunikasinya lagi kacau," tuturnya.

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang detail, kata Rudy, pihaknya menyarankan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru. "Pasien ini memang gangguan jiwa berat, yang latar belakangnya mungkin memang penyakit otak, misalnya ada tumor, kanker otak atau keracunan pada otak, ini harus menjalani serangkaian pemeriksaan. Kami sarankan rujuk ke RSJ Pekanbaru sehingga lebih valid," pungkasnya.(bet)