Senin, 19 Maret 2018, 16:42

Kolam Dibulldozer, Warga Sungai Binti Bentrok

BATAM, POSMETRO.CO : Keributan terjadi di RT 1/RW 12 Kampung Tua Sungai Binti, Kecamatan Sagulung. Puluhan warga serta pengelola lahan PT. Anugerah Sentosa Abadi saling adu otot. Kejadian ini pun bisa terhenti setelah pengelola lahan memilih mundur.

Informasi yang dirangkum POSMETRO, di lahan Sungai Binti akan di lakukan pematangan lahan. Lalu, puluhan rumah yang berdiri di sana diberikan ganti rugi berupa uang senilai Rp 4,2 juta. Selain itu, warga juga di berikan kavling yang berlokasi di Sungai Aleng, Sagulung.

Tapi menurut warga, kondisi kavling yang di berikan PT Anugerah Sentosa Abadi sangat tak layak huni. Sebab lokasinya masih becek dan sangat rawan banjir. Oleh karena itu, pihak perusahan berjanji akan melakukan penimbunan. Namun hingga kini lahan tersebut belum ditimbun.

Hingga Senin(19/3) sekitar pukul 09.00 WIB, dua bulldozer  milik PT. Anugerah Sentosa Abadi mulai memasuki kawasan Sungai Binti. Dengan tiba-tiba, pengelola tersebut melakukan penimbunan kolam warga di depan Sungai Binti.

Di ketahui, kolam dengan panjang 20 meter dan lebar 10 meter ini di jadikan warga sebagai sumber air. Ratusan warga di sana hanya mengharapkan air dari dalam kolam. Bisa di katakan, jika kolam itu di tutup, maka ratusan warga akan mengalami krisis air.

"Sistimnya sedot pakai listrik. Air di dalam kolam ini tak pernah kering," ujar Rizal, warga di sana.

Tidak terima di perlakukan seperti itu, warga kemudian menghadang dua boldozer. Tapi, pihak pengelola tersebut mencoba menerobos. Akhirnya, ibu rumah tangga di sana melakukan perlawanan dengan cara masuk ke dalam kolam.

Meski demikian, boldozer tadi tetap berusaha menutup kolam dengan menggunakan tanah. Sebagian pekerja dari PT. Anugerah Sentosa Abadi mencoba mengangkat ibu rumah tangga yang ada di dalam kolam.

Begitu juga dengan warga lain, mereka selalu berusaha menghentikan boldozer. Adu fisik pun terjadi, seorang warga yang bernama Iklas(30) harus mengalami patah tulang di bagian tangan kanannya.

Amarah warga pun semakin terpancing. Mereka mengambil batu dan melemparkan ke arah pekerja proyek. Karena kalah jumlah, akhirnya pekerja proyek mencoba mundur. Tapi emosi warga semakin menjadi jadi, mereka selalu mengejar para pekerja PT Anugerah Sentosa Abadi.

Kasus tersebut ditangani Mapolresta Barelang. Sebagian warga yang ada di lokasi di bawa ke Mapolresta Barelang untuk di minta keterangan lebih lanjut. (Jho)