Senin, 19 Maret 2018, 16:54

Mau Hadiah Uang Tunai, Ayo Tangkap Maling

BATAM, POSMETRO.CO : Tangkap maling berhadiah. Tulisan itu terpampang jelas di spandung perumahan Cipta Permata, Bengkong Sadai Kecamatan Bengkong. Ada empat spanduk yang dipasang di perumahan tersebut yakni, di pos sekuriti, lingkungan RT 01, 02, dan 03.

Warga lingkup RW 20 tersebut membuat sayembara penangkapan maling di perumahan mereka, karena mereka gerah sudah beberapa kali terjadi kasus pencurian di perumahan mereka. Sudah satu tahun sayembara tersebut dilakukan, sejak 13 Februari 2017. "Rencana ini sudah ada sejak November 2016," ungkap ketua RW 20 perumahan tersebut, Sudiyono saat disambangi pewarta ke rumahnya, Senin (19/3).

Kemalingan di perumahan tersebut sering terjadi karena banyaknya akses masuk ke perumahan tersebut. Pasalnya, perumahan itu dikelilingi oleh kavling. Bahkan, ditengah-tengah perumahan juga. "Jadi perumahan kami itu macam donat," tuturnya sambil tersenyum.

Warga yang berhasil menangkap maling pada malam hari, dihadiahi uang tunai Rp500 ribu. Jika kemalingan terjadi pada siang hari dan berhasil diamankan maka, orang yang melakukan penangkapan diberi hadiah Rp300 ribu. "Ada delapan orang donatur yang bersedia memberikan sumbangan untuk pemberian hadiah ini. Satu orang donatur memberikan Rp100 ribu," sebutnya.

Pembuatan sayembara tangkap maling ini juga telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian Polsek Bengkong. "Sebelumnya kita pernah buat kata-katanya lebih seram dari ini. 'Maling tertangkap minimal cacat seumur hidup.' Tapi oleh Babinkantibmas kita suruh ganti menjadi, 'maling yang tertangkap langsung serahkan ke pihak berwajib dan tidak dibenarkan main hakim sendiri," ingatnya.

Menurutnya, kata-kata yang seram itu sempat tertuang karena, warga sempat kecewa dengan pihak kepolisian dalam penindakan. "Pelakunya kebanyakan anak-anak dibawah umur. Kita serahkan ke Polsek (Bengkong), nanti ditunggu orang tuanya untuk membuat surat perjanjian. Tapi pernah juga, tanpa sepengetahuan kita pelakunya dilepas. Padahal orang tuanya belum datang," kesalnya.

Sudiyono mengenang, dua hari selesai dipasang spanduk, aksi pencurian sepeda motor pernah terjadi. Seorang warga Batam Kota nekat mendorong sepeda motor milik warga untuk dibawa kabur. Beruntung aksi tersebut cepat diketahui.

Si empunya bergegas mencari di komplek perumahan sambil memberitahukan pada warga lainnya. Beruntung pelaku belum jauh pergi. "Diteriaki sama yang punya, 'hoi itu sepeda motor saya mau dibawa kemana'," ceritanya.

Pelaku yang ketakutan, langsung membuang sepeda motor Suzuki Satria FU milik korban dan ngacir. Warga pun melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku yang sedang bersembunyi di lorong kecil batas perumahan, dekat parit perumahan warga tersebut. "Waktu itu kunci motor korban ketinggalan di sepeda motornya. Padahal pelaku tinggal nyalakan sepeda motor itu dan kabur. Eh, dia malah milih dorong," Sudiyono mengenang aksi konyol maling tersebut.(ddt)