Selasa, 20 Maret 2018, 15:57

Jatah Pasar Induk Cuma 400 Kios, Yang Minta Malah 500 Kios Lebih

 

BATAM, POSMETRO.CO : Masalah relokasi Pasar Induk Jodoh, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa, mengharapkan adanya data yang benar-benar terverifikasi alias valid mengenai jumlah pedagang di area pasar Induk. Pasalnya, dia tak ingin ada ketimpangan data, sehingga ada oknum-oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan relokasi untuk kepentingan pribadi.

Dia menjelaskan, pihak kelurahan harus mendata para pedagang yang ada di area Pasar Induk saja. Jangan sampai, ada pedagang pinggir jalan yang hanya gelar tikar, atau pedagang daerah lain yang ikut diakomodir. 

"Kita kan mau bangun pasar induk. Jadi harus didata buat yang menerima bagian," katanya, Senin (19/3).

Dia menjelaskan, untuk pemindahan para pedagang di tempat sementara- sembari menunggu pembangunan Pasar Induk, dijatah hampir 400 kios saja. Namun, tiba-tiba jumlah yang meminta kios membeludak sampai 500 lebih 

"Yang tambahan ini muncul dengan sendirinya. Tentunya ini akan kewalahan. Jatah 300 itu juga dibatasi karena ketersediaan lahan yang terbatas," ungkapnya.

Jika ditampung semua, Musofa yakin permasalahan ini akan jadi bumerang di kemudian hari. Rencana membuat pasar induk sebagai pusat harga sembako dengan desain modern, tentu akan berantakan jika isinya tak terdaftar. "Jadi kelurahan harus mendata valid. Ini terus terang ada yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi," ungkapnya.

Komisi I, secara personal juga sudah mengunjungi lokasi pasar induk. Namun secara institusi, belum ada. Rencananya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) masalah pasar induk akan dibahas kembali sekitar tanggal 26 di bulan ini.(iik)