Rabu, 21 Maret 2018, 16:47

BP Dukung Presiden Percepat KEK

BATAM, POSMETRO.CO : Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. Ada beberapa kawasan yang akan berganti status dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi kawasan khusus seperti kawasan pariwisata, shipyard dan industri elektronik.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, zona KEK yang akan diterapkan di Kabil, Tanjunguncang, Batamindo, Nongsa dan Rempang serta Galang (Relang).

Menurut dia kawasan Kabil yang paling siap dalam melakukan perubahan dari FTZ menuju KEK. BP Batam akan mendorong kawasan pusat logistik Digital Park, Nongsa. Sebelum menerapkan kawasan lainya di Batam menjadi KEK.

"Kita lihat ada kawasan industri, shipyard dan ada tempat pariwisata lain, itu yang nanti akan menjadi zonasi-zonasi dari KEK di Batam," katanya di BP Batam, Jumat (16/3).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kata dia, akan berbicara dengan Dewan Nasional KEK agar pembenahan melalui zonasi ini segera terlaksana secepatnya.

"Mungkin itu yang paling siap dan kami akan mendorong itu terlebih dahulu, tapi itu keputusan dari Dewan Kawasan KEK," jelasnya.

Lukita menambahkan kawasan Barelang sangat tepat dalam penerapan KEK. Karena kawasan tersebut sangat didukung dengan adanya lokasi Resort, Restoran dan Hotel serta destinasi pariwisata Jembatan Barelang.

"Kita lihat KEK bisa bergerak di Barelang dan sekitarnya. Disitu memang sudah ada beberapa lokasi resort, restoran dan hotel serta destinasi pariwisata Jembatan Barelang," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam segera diterapkan. Pesan presiden itu disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat berkeliling meninjau pulau-pulau di perairan Batam, Kamis (15/3).

Menurut Luhut, setidaknya ada lima KEK yang harus segera direalisasikan di Batam sesuai instruksi Presiden Jokowi. "Mengenai KEK, ada 5 yang kita mau buat di sini. Itu mau segera, Presiden sudah mau segera," kata Luhut di perairan Pulau Nipah.

Dia menyebut salah satu lokasi yang dipastikan menjadi KEK adalah Kabil. Diharapkan dalam jangka waktu sebulan dua bulan ini bisa segera direalisasikan. Dengan dibangunnya KEK di lima kawasan di Batam, diharapkan dapat menampung kapasitas dari Singapura sehingga bisa dinikmati oleh Indonesia.

"Karena jelas KEK seperti misalnya di Kabil, area itu misalnya akan menjadi KEK, ya segera saja kita mainkan tidak ada masalah. Saya berharap dalam satu-dua bulan ini sudah selesai. Nah dengan begitu kita akan bisa membuat pelabuhan di sini lebih efisien," tambahnya.

Jika KEK bisa dibuat terpadu, menurut Luhut, hal ini bisa membatasi tindak penyelundupan sekaligus mengurangi inefisiensi yang selama ini terjadi. "Kemudian juga efeknya orang yang berinvestasi di Indonesia semakin jelas ke Batam," katanya. (abg)