Kamis, 22 Maret 2018, 14:26
Pengurus INS Batam Temui Kapolda Kepri

"Jika Seluruh Potensi Mampu Ditingkatkan, Pendapatan Bisa Mencapai Rp 1 Triliun"

BATAM, POSMETRO.CO : Jajaran pengurus Indonesian National Shipowners Association (INSA), Rabu (21/3) mendatangi Mapolda Kepri untuk bertemu langsung dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi. 

Ketua INSA Osman Hasyim mengatakan, kedatangannya ke Mapolda dalam  rangka penyampaian visi dan misi INSA dalam membangun Industri Kemaritiman dan Pelayaran di Kota Batam, sekaligus INSA ingin meminta dukungan, terkhusus gangguan yang berkaitan dengan keamanan.

Menurutnya, dengan keamanan yang lebih terjaga, maka akan menimbulkan lagi kepercayaan pemilik kapal-kapal asing untuk menggunakan jasa Pelabuhan di Kota Batam. Dengan ini, kata Osman di harapkan akan menimbulkan lagi multi player effects terhadap Industri yang lain di Kota Batam.

"Pak Kapolda selaku tetua kita disini dan secara kepangkatan kita ingin organisasinya juga memberikan dorongan kepada instansi lain, untuk sama-sama saling mendukung. Pak Kapolda sudah sampaikan demikian dan kami sangat apresias," ujar Osman

Osman mengatakan, Kota Batam khususnya Provinsi Kepulauan Riau, sudah mempunyai semua yang dibutuhkan dalam Industri Kemaritiman dan Pelayaran. Tentu dengan sarana dan prasara kelautan yang tersedia saat ini, tidak ada alasan untuk tidak maju dan berkembang.

"Kita punya segalanya di Batam, laut kita luas dan kaya, tempat kita pulau Batam merupakan letak pulau yang strategis, di dukung dengan Industri shipyard yang baik, serta infrastruktur dalam Kota juga sudah tersedia dengan layak," kata Osman.

Osman menuturkan, saat ini gejolak Industri Kemaritiman dan Pelayaran di Kota Batam sudah mulai terasa. Dan pihaknya sementara waktu masih menunggu revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 148 dari BP Batam yang belum turun. 

"Jika revisi tarif Kepelabuhan sudah turun ini tentu akan lebih menggairahkan kembali," terang Osman.

INSA kata Osman, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan lagi kejayaan Industri Kemaritiman dan Pelayaran di Kota Batam. Osman menambahkan, sejauh ini yang masih menjadi kendala dalam Industri Kemaritiman dan Pelayaran adalah pelayanan yang kurang prima. Karena menyangkut pelayanan, tentu dalam Kepelabuhan ada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea dan Cukai, Karantina dan lain sebagainya.

"Namun kemarin kita sudah sepakat, berkomitmen bersama-sama untuk saling mendukung memberikan pelayanan prima. Dan Alhamdulillah sekarang ini pelayanan sudah membaik. Semua pelayanan sudah Online, bahkan dari rumah pun kita bisa urus izin," katanya. 

" Sekali lagi saya menyampaikan rasa optimistisnya terkait Industri Kemaritiman dan Pelayaran di Kota Batam akan kembali bergejolak jika semua bisa bekerja sama dengan baik, " terangnya.

Dikatakan juga oleh Osman, pada periode tahun 2014 - 2015, pendapan negara bukan pajak dari sektor pelayaran dan pelabuhan mencapai Rp 500 miliar. Di periode 2016 - 2017 pendapatan menurun menjadi Rp 350 miliar. Belum lagi dari PNBP yang dipungut oleh Depertemen Hubla mencapai sekitar Rp 120 miliar pada tahun 2017. 

''INSA menilai ini baru 20 persen petensi yang digali. Jika kita mampu meningkatkan seluruh potensi, bukan tidak mungkin pendapatan bisa mencapai Rp 1 triliun per tahunnya,'' ungkap pria asli Belakangpadang ini.

 Hal yang sama dikatakan Kapolda, ia bahkan mendukung dalam segi keamanan. Karena potensi maritim Kepri luar biasa besarnya jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi saat ini Kepri terutama Batam menjadi salah satu poros maritim.(abg)