Selasa, 27 Maret 2018, 22:46
Atlet Indonesia Spider Jujitsu Sabet Emas

Kena Teknik Kuncian, Dua Lawan Leo Menyerah

JAKARTA, POSMETRO.CO : Ananda Mauludy Ikhsan kembali menunjukan taji. Atlet Pelatnas ini menyabet emas pada Test Event Indonesia Open Jujitsu Championship yang digelar, Sabtu-Minggu (23-24/3) di Tennis Indoor, Jakarta.

Pertandingan itu menjadi 'taruhan' tersendiri bagi Caca-begitu Ananda akrab disapa. Ia ingin membuktikan hasil tempaan selama di Timnas Jujitsu Indonesia.

Apalagi, pertengahan Februari lalu, Caca juga menyabet emas di event UAEJJF National Pro. Dia atlet pertama Indonesia manaiki podium tertinggi di ajang bergengsi yang digelar di Thailand itu.

"Uji coba ini akan saya jadikan untuk memperbaiki diri. Saya bangga. Tapi belum puas dengan permainan saya," kata Caca pada POSMETRO seraya bertekad untuk memperbaiki teknik newaza-nya. 

Caca merupakan atlet yang disiapkan untuk kelas -62 Kg newaza jujitsu dalam event Asian Games, Agustus mendatang di Indonesia. Sebagai tuan rumah, tentu saja Caca tak ingin dipermalukan di 'kandang' sendiri. Atlet dari Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini berjanji akan mengalungi medali. "Untuk Indonesia," katanya.

Caca juga mengakui, saat tampil pada Test Event Road to Asian Games itu, dia juga menghadapi sejumlah atlet tangguh. Terbukti, event itu diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari seumlah perguruan jujitsu.

Tiga atlet ISJ Batam juga dipercaya untuk mengikuti Test Event Indonesia Open Jujitsu Championship itu. Leo Barata Yudha, nyaris meraih perunggu. Namun target itu terpentalkan lantaran lawan bermain 'aman' saat berlaga di pertandingan perebutan posisi ketiga. Kalah tinggi postur, Leo sempat terjatuh dua kali. 

Lawan mendapat angka. Tapi, permainan tak diselesaikan di bawah. Padahal, Leo berharap lawannya terpancing mengikuti 'perangkap' main bawah. 

Sebab, Leo sangat menguasai teknik gound fighting. Waktu pertandingan 6 menit berakhir. Leo kalah angka pada kelas -85 Kg newaza. 

"Padahal, jika lawan bisa saya tarik ke bawah, saya yakin menang," katanya.

Namun di pertandingan pertama dan keduanya, Leo sangat cemerlang. Dua lawan Leo menyerah lantaran tak kuat melepaskan diri dari teknik kuncian. 

Untuk diketahui, kelas yang dipertandingkan pada event tersebut hanya newaza. Aturannya, pertandingan hanya boleh membanting dan mengunci.

Selain Leo, ada dua atlet ISJ Batam lainnya. Mereka adalah Hendrik Kenzo dan Andrian Zulfad. Tapi, dua atlet ini belum beruntung. 

"Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami," kata Kenzo. Dia kalah saat menghadapi atlet Pelatnas di kelas -69 Kg. Dengan pengalamannya itu, Kenzo mengaku semangatnya terpompa untuk berlatih lebih keras lagi.

Senada, Andrian Zulfad juga menyebut kekalahan di ajang test event membuatnya tercambuk untuk menambah porsi latihan. Walau kalah dalam pertandingan jujitsu ini, tapi prestasi Andrian Zulfad di tingkat Kepri cukup gemilang. 

Dia pernah memenangkan pertatungan Mixed Martial Arts Road To One Pride yang digelar akhir tahun lalu di Batam.

Di Batam, sudah ada beberapa Dojo ISJ. Diantaranya, Dojo Metro di Batamcentre, Dojo SDN 008 Sekupang Batam, Dojo HM di Panbil, Dojo Alexandria, Dojo Kenacha di Perumahan Cluster Daun Batamcentre, Dojo Batam Fighter Club dan Dojo Khusus Kantor Keamanan Laut Zona Maritim Barat di Batam.

Salah satu cabang beladiri ini sangat digemari oleh masyarakat Batam. Apalagi, teknik jujitsu yang diajarkan di perguruan ISJ sudah sangat komplit.(chi)