Kamis, 05 April 2018, 15:20

Lestarikan Permainan Rakyat, Kabupaten lingga Gelar Turnamen Gasing

LINGGA, POSMETRO.CO : Persatuan Pelestari Permainan Rakyat (P3RT) Kabupaten Lingga, melaksanakan turnamen gasing tingkat Sekolah Dasar (SD) di lapangan Friska 2, Desa Merawang, Selasa (3/4), sore. Turnamen dibuka secara resmi oleh Bupati Lingga melalui Asisten Administrasi Umum Siswandi di hadiri Kepala SKPD, DPRD, Ketua LAM kabupaten, Kepala Desa Merawang, BPD, tokoh agama serta undangan.

Ketua P3RT Kabupaen Lingga Aryanto mengatakan, adanya turnamen gasing oleh P3RT bertujuan untuk menumbuh kembangkan permainan tradisional yang ada di Kabupaten Lingga.

"Pada hari kita buka tingkat SD terlebih dahulu, kalau tingkat SLTP kan menyusul, karena ada pertimbangan ujian. Kami dari P3RT akan menunggu selesai ujian, kalau anggaran sudah di sediakan. Pelestarian itu dimulai dari usia dini tentunya," ungkapnya.

Disamping itu pula, P3RT mensosialisasikan keberadaannya di Kabupaten Lingga dengan SK Bupati Lingga. Adanya organisasi ini,bapak mengangkat kembali permainan tradisional khususnya di Bunda Tanah Melayu Kabupaten Lingga.

"Acara kita buka pada hari ini dan berakhir pada 19 April 2018 di ikuti 35 tim. Pada hari ini, kita mulai pembukaannya dengan pertandingan eksebisi oleh TK Pembina Kabupaten Lingga dengan jumlah 22 anak," jelasnya.

"Dengan adanya permainan gasing, kita lestarikan budaya daerah dengan menggalakkan permainan rakyat. Semoga turnamen ini berjalan lancar dan menjunjung tinggi sportifitas," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga H Muhammad Ishak sekaligus Ketua LAM Provinsi Kepri Kabupaten Lingga ketika di minta tanggapannya terkait turnamen tersebut menyampaikan, LAM sangat mengapresiasi pada pengurus P3RT, walaupun baru di bentuk Pemkab Lingga tapi langsung action menyelenggarakan turnamen gasing tingkat SD.

"Sangat mengesankan sekali, ketika ada eksibisi permainan gasing oleh anak-anak TK Pembina. Ternyata luar biasa permainan gasing lingga sangat digemari oleh semua lapisan masyrakat. Semoga permainan rakyat ini terus lestari di Bunda Tanah Melayu," pungkasnya. (mrs)