Selasa, 10 April 2018, 17:39

Ikan di Pasar Bintan Centre Diuji Formalin dan Boraks

PINANG, POSMETRO.CO : Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Tanjungpinang, melakukan uji formalin dan boraks terhadap ikan dagangan di pasar Bintan Center, Batu 9, Selasa (10/4) pagi. Hal ini dilakukan guna mewujudkan penyediaan pangan yang sehat untuk peningkatan gizi masyarakat Kota Tanjungpinang.

Uji formalin dan boraks dilakukan BKIPM Kelas II Tanjungpinang bersama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam, dan sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kota Tanjungpinang. Uji formalin dan boraks tersebut dilaksanakan sejalan dengan program Goes To Market BKIPM.

Pantauan POSMETRO di lapangan, sebelum melakukan pengujian tersebut, petugas BKIPM mengambil sampel setiap ikan yang dijual di pasar Bintan Center itu. Pengambilan sampel pun secara acak. Sedikitnya ada 11 jenis ikan dan produk ikan olahan yang diuji.

Kepala Bagian Pengendali Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) Ahli Muda BKIPM Kelas II Tanjungpinang, Risma Delima Simanjuntak menerangkan, uji formalin dan boraks dilakukan dalam rangka hari bhakti BKIPM. Uji terhadap produk ikan tersebut dilakukan dua tahun sekali di sejumlah pasar ikan yang ada di Kota Tanjungpinang.

"Ini kita lakukan untuk menjaga keamanan pangan pada produk perikanan di pasar Bintan Center," kata Risma.

Risma menjelaskan, ada sebelas jenis ikan dan produk perikanan yang diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan. Alhasil, pihaknya menyatakan ikan dan produk perikanan yang dijual di pasar Bintan Center masih aman dari zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia layaknya seperti formalin dan boraks. "Untuk hasilnya, kita sudah lihat sendiri, semuanya negatif. Artinya ikan di pasar Bintan Center masih aman untuk di konsumsi," ungkapnya.

Kesebelas ikan dan produk perikanan yang dilakukan uji sampel yakni ikan Sarden, Selar, Tongkol, bakso goreng kecil, bakso goreng sedang, dan besar, bakso goreng ikan, ikan sepat yang telah diolah menjadi ikan asin, ikan gabus laut, udang. "Kita juga melakukan uji terhadap es batu yang digunakan oleh pedagang," tuturnya.

Risma juga memberikan tips kepada masyarakat yang hendak mengkonsumsi ikan bebas pengawet. Pertama katanya, jika ikan tanpa formalin dibiarkan selama sehari akan mengalami kerusakan atau membusuk. Ikan yang segar terlihat jelas pada insang yang masih berwarna merah dan ikan tanpa formalin akan banyak dihinggapi oleh lalat.

"Begitu sebaliknya, ikan yang berformalin itu dapat dilihat dari dagingnya yang putih bersih, lebih awet dan tidak mudah busuk, tidak amis dan dijauhi lalat. Tapi, sejauh ini, kita belum pernah temukan ikan ataupun produk perikanan yang menggunakan pengawet seperti formalin dan boraks," pungkasnya.(bet)