Rabu, 11 April 2018, 11:51

Inilah Dua Faskes di Batam yang Tidak Bekerjasama Lagi Dengan BPJS

BATAM, POSMETRO.CO : Sejak berakhir pertanggal 31 Desember 2017 lalu, dua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yakni Klinik Verlly dan Klinik Nayaka tidak lagi bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Kota Batam. 

"Masa perjanjian kerjasamanya telah berakhir 31 Desember 2017 lalu," hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Batam, Irfan Rachmadi, Selasa (10/4).

Lanjutnya, karena sudah tidak bekerjasama lagi, BPJS kesehatan telah memasang spanduk pemberitahuan di salah satu klinik tersebut. Agar warga yang mendapat faskes di dua klinik mengetahui hal tersebut. 

"Klinik Verlly sudah kami buatkan spanduk besar, dan surat ke badan usaha sebagai pemberitahuan bahwa klinik yang bersangkutan sudah tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Untuk Klinik Nayaka juga sudah dipasang surat pemberitahuan di depan kliniknya," jelasnya.

Untuk memberikan pengertian bagi peserta JKN-KIS, perubahan faskes terdaftar dapat diarahkan ke FKTP terdekat. Sesuai dengan domisilinya masing-masing. Selanjutnya perubahan faskes dapat dilakukan dengan mengisi formulir perubahan klinik di kantor BPJS Kesehatan setempat, atau bisa juga melalui aplikasi mobile BPJS Kesehatan. 

"Pemberitahuan juga bisa diketahui dari klinik yang bersangkutan. Nah, kalau mau ubah faskes tetap diarahkan ke kantor atau peserta merubah sendiri via aplikasi mobile JKN," jelas dia lagi.

Sehubungan tidak lagi sebagai rekanan, BPJS Kesehatan mengimbau agar perusahaan atau masyarakat tidak lagi mendaftarkan kedua FKTP tersebut. 

"Namun, jika sampai akhir pemutusan peserta tadi belum melakukan pengantian faskes baru. Faskes bisa dipilih oleh kita (BPJS Kesehatan)," ucap Irfan. 

Pria berdarah minang ini menjelaskan, untuk melakukan perpanjangan perjanjian kerja sama (PKS). Pihak BPJS Kesehatan, akan melakukan proses rekredensialing. Yakni  dilakukan penilaian terhadap suatu faskes yang akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. 

"Hasil rekredensialing itulah yang menentukan faskes tersebut layak atau tidak memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS," urai Irfan. (hbb)