Kamis, 12 April 2018, 14:02

Chek In Pukul 16.30 Eh Ditangkap polisi Juga Pukul 16.30 WIB

BATAM, POSMETRO.CO : Maulana Sultoni, pria kelahiran Cirebon 6 Oktober 1997 mengira dirinya ini bisa lolos dari incaran polisi. Namun, usahanya untuk kabur dari kasus hukum harus berakhir di Bandara Hang Nadim Batam.

Informasi yang di tangkum POSMETRO, Maulana merupakan karyawan sebuah tempat usaha bakso di Perumahan Barelang blok G no 09 Kecamatan Batuaji, Kelurahan Tanjunguncang. Rumah tersebut adalah tempat usaha dagang miliknya Yatno (60).

"Pemiliknya sudah percaya bahwa di tempat usahanya aman, akhirnya ia menyimpan tabunganya di dalam laci tempat usahanya sebanyak Rp 14,8 juta," ucap Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Hingga Rabu (11/04) pukul 06.30 WIB, Maulana nekad mencuri uang tersebut. Saat itu laci tempat penyimpanan uang tidak dikunci. Hal ini membuat Maulana leluasa untuk mengambil uang.

"Setelah uang di ambil, Maulana tiba tiba berhenti kerja. Ia pun permisi kepada korban," jelas Syafruddin Dalimunthe. Hingga akhirnya, kejadian itu di ketahui oleh Yatno. Yatno langsung melaporkan kejadian ini kepada Polsek Batuaji. Hari itu juga, petugas yang piket langsung lakukan oleh TKP.

"Ketika olah TKP, kami menanyakan siapa saja karyawan di sana. Pemiliki usaha pun menjawabnya, lalu kami langsung mencurigai Maulana," ucapnya lagi.Hari itu juga, Polsek Batuaji langsung menghapiri rumah kos Maulan yang masih di seputaran Perumahan Barelang. Tapi, petugas tidak lagi menemukan Maulana di rumahnya.

"Kata rekannya, Maulana sudah pergi sambil menenteng tas rangsel. Begitu dengar informasi ini, kami langsung nalar dan koordinasi dengan petugas bandara," papar Syafruddin Dalimunthe. Polsek Batuaji bergerak cepat. Pasalnya, Maulana sudah terlebih dahulu pergi kebandara. Bahkan ia sudah melakukan chek in melalui maskapai Lion Air.

"Kami langsung koordinasi dengan Lion Air dan minta tolong supaya penumpang bernama Maulana di awasi dulu. Hingga kami tiba disana, Maulana pun bisa di tangkap," tegas Syafruddin Dalimunthe.

Syafruddin Dalimunthe melanjutkan, Maulana ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB. Sedangkan jam keberangkatan pesat itu pukul 16.30 WIB. Itu tandanya polisi bergerak cepat sebelum Maulana pergi meninggalkan Batam.

"Namun uang yang kami aman tidak penuh Rp 14,8 juta, sebab Maulana sudah belanja hape, kemeja empat stel, jam tangan dan tiket pesawat. Semua belanjaannya di beli di bandara, tentu harganya mahal," sebutnya lagi.(jho)