Kamis, 12 April 2018, 16:26

Polisi Masih Kesulitan Cari Pelaku Pembakaran Gelper di Kampung Aceh

BATAM, POSMETRO.CO : Jajaran Polresta Barelang belum berhasil mengungkap kasus pembakaran Gelanggang Permainan (Gelper) di Kampung Aceh Simpang Dam, Mukakuning Kecamatan Sei Beduk. Belasan orang telah diperiksa. Namun tak ada saksi mata yang melihat siapa pelakunya.

Aksi pembakaran gelper tersebut terjadi Minggu (1/4) malam. Saat itu, kelompok pelaku melakukan penyerangan terhadap gelper diduga milik seorang oknum perwira menengah berpangkat Kompol.

Pengunjung gelper milik oknum polisi tersebut dibubarkan. Ruli yang digunakan sebagai lokasi gelper dibakar. "Sampai saat ini, belum ada korban yang merasa pemilik lokasi tersebut melapor," ungkap Kapolresta Barelang, AKBP, Muji Supriayadi, Rabu (11/4).

Untuk itu, Muji mengimbau agar pemilik lokasi gelper yang dibakar agar segera membuat laporan. Hal ini untuk memudahkan polisi dalam mengungkap kasus. Selain itu, Laporan Polisi (LP) bisa menjadi dasar bagi polisi melakukan penyidikan. "Kita tetap lakukan patroli di lokasi tersebut untuk melakukan pengamanan," jelas Muji saat ditemui di ruangannya.

Saat ini, polisi masih fokus pada kasus pengerusakan dan pembakaran bangunan tersebut. Sementara, untuk kasus perizinan gelper, polisi menyerahkan sepenuhnya pada dinas terkait, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

"Indikasi perjudian mungkin ada, tapi baru sebatas asumsi dan belum terbukti. Dari masyarakat juga belum ada laporan terkait perjudian di gelper tersebut," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki saat ditemui di ruang kerjanya. Kendati polisi menduga pelaku pembakaran tersebut merupakan kelompok MD namun, polisi belum bisa membuktikan. Pasalnya, tidak ada saksi yang menyatakan aksi lembakaran tersebut diperintahkan langsung oleh MD. "Diduga akibat persaingan bisnis," ujarnya.

Untuk anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin akan langsung diusut oleh Provos. "Siapa pemilik tidak kita permasalahkan. Yang jelas dan mau kita selidiki itu terkait kebakarannya. Apakah ada unsur pidana atau terbakar," tegasnya.

Ia juga menyebut, Polresta Barelang siap memberikan bantuan pengamanan jika dinas terkait hendak melakukan penertiban pada gelper-gelper yang melakukan pelanggaran atau tidak memiliki izin. "Kasus pembakaran ini kita masih lidik," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala DPM-PTSP, Gustian Riau juga telah himbau seluruh pengusaha gelper untuk tidak melakukan praktek judi. Jika kedapatan maka, izinnya akan dicabut dan tidak dapat diperpanjang lagi. "Di Batam, ada 39 gelper yang kita beri izin. Tapi karena buka-tutup, buka-tutup sisa 20. Saya pun tak tahu kenapa tutup," sebutnya.

Pemberian izin gelper juga diatur dalam Permen Pariwisata. Diantaranya, berdiri di mall atau jauh dari pemukiman masyarakat, penerangannya harus baik serta, tidak boleh ada asap. DPM-PTSP tidak hanya memberikan izin semata. Mereka juga melakukan oengawasan terhadap gelper-gelper yang ada di Batam. "Di Kampung Aceh ada empat gelper. Tapi tidak satupun memiliki izin," ungkapnya. (ddt)