Minggu, 15 April 2018, 12:55

Bangun Taxiway, Lanudal Bikin Jalan Alternatif Untuk Mobilitas Warga

PINANG, POSMETRO.CO : Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang, berencana membangun jalan penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat atau taxiway, di sekitar kawasan bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Pembangunan taxiway tersebut akan mengorbankan arus lalu lintas warga di kampung Sumberejo, Batu 12 Tanjungpinang.

Komandan Lanudal Tanjungpinang, Letkol Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan menjelaskan, bahwa sebelum taxiway dibangun, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di kampung Sumberejo. Sehingga, kedepan dalam proses pembangunannya diharapkan berjalan dengan lancar.

"Hari ini (Sabtu), kita laksanakan sosialisasi pembangunan taxiway dan ramah tamah bersama Pemko Tanjungpinang dan masyarakat," kata Henoch saat memberikan sambutan pada sosialisasi pembangunan taxiway di Lanudal Tanjungpinang, Sabtu (14/4) pagi. 

Menurut Henoch, pembangunan taxiway itu dikarenakan adanya peningkatan eskalasi ancaman di wilayah utara dan peningkatan suhu kerawanan di laut cina selatan yang masih masuk kawasan dari provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sehingga perlu adanya penguatan sistem keamanan di wilayah Kepri sebagai wilayah perbatasan dengan sejumlah negara tetangga.

"Untuk itulah pimpinan TNI sendiri ingin merencanakan dalam membangun kekuatan dan menambah serta meningkatkan kekuatan juga keamanan di Anambas, Natuna terutama pada Batam dan Kota Tanjungpinang sendiri sebagai penyanggah bahaya yang akan masuk," ungkapnya.

Perwira Menengah dua bunga itu juga menjelaskan, terkait perencanaan pembangunan ini sudah menjadi bagian dari perencanaan dari Mabes TNI Aangkatan Laut. Karena kedepan Lanudal Tanjungpinang akan semakin besar dan akan di tingkatkan kelasnya menjadi kelas A.

"Pembangunan akses pesawat ini sangat penting karena dalam waktu dekat ini kita akan mendapat penambahan alutsista dan setelah jadi, juga pesawat akan berdatangan," katanya.

Untuk itu kata Henoch, dalam waktu dekat ini, tanpa menggangu masyarakat kampung Sumberejo, jalan yang sudah diaspal yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas akan dialihkan atau dibuat jalan sementara. Setelah pembangunan taxiway rampung, jalan tersebut dapat digunakan kembali dengan jalan yang sudah di aspal dengan sistem buka tutup. 

"Saya mengimbau kepada masyarakat jangan khawatir setelah dibangun meski dalam pengawasan tidak ada batasan bagi masyarakat dalam mempergunakan jalan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono yang sempat hadir dalam kegiatan sosialisasi itu menjelaskan, jika yang berhubungan dengan pembangunan jalan tentunya berkaitan dengan kelancaran aksesbilitas. Dengan demikian, Pemko Tanjungpinang ingin mengupayakan kelancaran akses ekonomi dan mempermudah akses orang dan barang. 

"Tetapi jika itu kita buang karena faktor lain, maka yang kita perhatikan adalah keamanan dan kenyamanan bagi penguna jalan tersebut," imbuhnya.

Kendati demikian, Riono sendiri punya alternatif untuk memikirkan keamanan bagi masyarakat dan juga dari sisi aset negaranya yang akan mengunakan jalan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah merencanakan akan membangun jalan lingkar sepanjang 1,048 kilometer untuk mobilitas masyarakat kampung Sumberejo tersebut.

"Anggaran yang kita usulkan melalui 2 sumber yaitu dari dana alokasi khusus dan juga kita usulkan dari dana APBD," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Riono atas nama Pemko Tanjungpinang juga meminta kesepakatan bersama dengan masyarakat dalam membangun jalan lingkar tersebut. Karena tentunya dalam membangun jalan tersebut pasti ada pengorbannya.

"Terlebih untuk jalan yang putus, yang ada saat ini sekitar Rp400 miliar akan kita anggarkan dalam APBD perubahan. Semoga saja terealisasi," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan ramah tamah ini ditutup dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng untuk memperlancar pembangunan taxiway tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemko Tanjungpinang.(bet)