Minggu, 15 April 2018, 18:05

32 Pasangan Mesum di Batam Centre Digaruk Tim Gabungan

BATAM, POSMETRO.CO : Pihak Kecamatan Batam Kota, Dinas Sosial, Satpol PP, Polsek Batam Kota dan, TNI menggelar razia pekat di Komplek Perumahan Center Park dan Golden Land Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota. Mereka mendatangi warnet dan kos-kosan. 32 pasangan mesum dan kumpul kebo digaruk, Sabtu (14/4) malam.

MI, bujangan 24 tahun ini sudah sejak sore bertandang ke rumah kekasihnya, Dw (22). Hari libur karena tanggal merah dimanfaatkan untuk berduaan. Hari itu mereka tak kemana-mana. Hujan mengurung mereka di kos-kosan lantai dua Golden Land.

Hari sudah mulai gelap. Cuaca serasa dingin pasca hujan. MI menyuruh Dw menutup pintu kamar. Dw pun "manut" dan segera berdiri. Ia tak lagi menengok situasi saat merapatkan pintu. Ia menganggap berduaan di kamar hal biasa. Pasalnya, pacarnya sudah sering menginap di tempatnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, MI belum juga beranjak pulang. Hanya mereka dan tuhan yang tahu, apa yang dilakukannya di kamar. "Kami ketiduran," ujar Dw usai digrebek Satpol PP.

Pintu kamar kos-kosan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu digedor. Di balik pintu, MI dan Dw mendengar suara gaduh. Mereka kaget dan pucat. Ia yakin jika digrebek.

Berkali-kali pintu digedor namun mereka tetap mau membukakan pintu kamarnya. Petugas Satpol PP pun menghardik dan memaksa mereka untuk membuka pintu. Setelah cukup lama MI akhirnya mengalah dan membukakan pintu.

Dengan wajah polos, MI tampak kebingungan. Saat ditanya petugas ia pun membenarkan hanya tamu di kamar kos-kosan tersebut. Ia menumpang nginap satu malam di kamar pacarnya. Tak dapat menunjukkan surat ikatan pernikahan, MI dan Dw langsung digiring Satpol PP. "Kami belum menikah pak," ujarnya.

Tidak hanya MI dan Dw yang terjaring Operasi Yustisi terhadap pelangaran Perda Kota Batam No. 6 Tahun 2002 tentang ketertiban sosial teraebut. 15 pasangan lainnya di kos-kosan di Komplek Golden Park dan perumahan Center Park juga terciduk. Beberapa dari mereka bahkan berusaha bersembunyi di balik pintu. "32 orang tertangkap tengah berduaan di kamar," sebut Kabid Penegakan Perda Satpol PP Batam Batam, Hamida Saragi.

32 orang tersebut, lanjutnya, belum memiliki ikatan sah suami istri baik dari segi agama maupun catatan sipil. Bahkan beberapa pasangan tersebut tidak memiliki identitas diri.

"Kita juga akan memanggil pemilik kos-kosan. Seharusnya, mereka orang pertama yang bisa mengantisipasi terjadinya kumpul kebo atau tempat mesum. Kos-kosan juga bisa menjadi tempat transaksi barang terlarang," geramnya.

Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus juga membenarkan adanya penertiban kos-kosan ini. Firdaus juga mengerahkan empat orang personilnya untuk mendampingi kegiatan Satpol PP dan Dinas Sosial ini. Ia juga sangat menyayangkan jika kos-kosan yang dijadikan tempat mesum atau kumpul kebo.

Sementara itu Camat Batam Kota, M Fairuz Ramadahan Batubara mengatakan, warga atau penghuni kos-kosan wajib melapor ke RT dan RW setempat. Hal ini agar data kependudukan mereka jelas. "Yang terjaring razia kita serahkan ke Dinsos," ujarnya.

Ia berharap pemilik kos juga mendata penguni kos-kosannya dan melaporkan ke perangkat warga di lingkungan tersebut. " Agar tidak ada yang berlainan jenis tanpa ikatan pernikahan tinggal sekamar. Setiap warga dan penghuni kos, wajib menjalankan peraturan lingkungan yang ada di tempat tinggalnya," ungkapnya. (ddt/abg)