Senin, 16 April 2018, 15:15
Acara "Dancer Sexy" Batam Viral

Ketua Panitia : 50 Persen Saya Menolak, 50 Persen Saya Gembira

BATAM, POSMETRO.CO : Bermula dari niatan merayakan ulang tahun komunitas motor sekaligus pelantikan pengurus organisasi, Aksa Halatu kini harus menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang. Bagaimana tidak, acara yang ia tanggungjawabi tersebut sempat viral, karena terdapat adegan tarian sexy di tempat umum. Hal ini, kerap membuat warga resah.

Aksa merupakan Ketua Organisasi Penjaga Marwah Rudi (PMR). Dalam acara itu, ia dipercaya sebagai penanggungjawab dan ketua panitia. Saat memberikan keterangan pers di Masjid Raya Batam bersama ulama-ulama Batam, ia mengaku menyesal dan khilaf. Bahkan, ia merasa sudah membunuh karakter Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

"Ini merupakan satu pukulan telak bagi saya. Tidak hanya saya, pembunuhan karakter ini sangat menggangu beliau (Wali Kota). Membuat beliau murka," kata Aksa, Minggu (15/4) sore.

Ia menceritakan, bahwasanya pada acara tersebut, memang sudah dipersiapkan sejak dua bulan yang lalu. Saat itu, ada komunitas motor New Vixion Lightning Familiy (NVLF) yang ingin mengadakan hari jadi ke 3 tahun di Engku Putri. Komunitas tersebut, akhirnya menggandeng PMR, dan mengadakan acara pada Sabtu (14/4), bertepatan dengan Isra Mi'raj.

Sayangnya, saat acara berlangsung, Aksa mengakui kalau acara tersebut lepas dari kontrolnya. Bahkan, Aksa sendiri ikut kegirangan, saat melihat tiga dancer berpakaian minim sedang basah-basahan sambil berjoget di depan mobil.

"Saat itu, saya 50 persen menolak, 50 persen gembira karena habis dilantik. Akhirnya kegembiraan itu saya luapkan di sana," kata Aksa, mengakui bahwa dirinya ikut memeriahkan acara tarian tersebut.

Aksa pun tak menyangka, bahwa acara yang ia buat akan viral. Dia juga tak menyangka, jika dalam acara itu, sexy dancernya berpakaian minim. "Karena yang saya tahu, sexy dancer ini berpakain standar dan rapi. Karena sexy menurut saya masih dalam kategori wajar," akunya.

Aksa pun siap bertanggung jawab, baik dari segi moril dan hukum terhadap kasusnya ini. Mendengar kabar Wali Kota Batam yang melaporkannya ke pihak berwenang, ia mengaku akan tegas menerima konsekuensi dari acara yang ia buat.

"Jika memang ingin dibubarkan, bubarkan. Tapi saya tidak akan pergi dari Wali Kota. Tidak ada PMR, mungkin saya bikin yang lain," katanya.

Aksa juga meminta maaf kepada semua masyarakat Kepri, khususnya umat Islam. Menurut dia, setiap manusia memiliki khilaf dan kesalahan. "Tidak ada manusia yang tidak berbuat salah. Kepada seluruh masyarakat Batam dan tidak mengurangi rasa hormat dari hati palilng dalam, saya mohon maaf," ujarnya.

Permintaan maaf juga disampaikan Penasehat NVLF Kota Batam, Hendra Saputra. "Memang ini kegiatan NVLF. Tidak ada kegiatan dari PMR. Sama-sama membuat even tapi berbeda. Minta maaf kepada masyarakat Kepri dan Wali Kota Batam," katanya singkat.

Sementara Ketua MUI Kota Batam, Usman Ahmad, mengimbau kepada masyarakat Batam, terutama yang beragama Islam, agar tidak melakukan aksi-aksi provokatif yang melanggar hukum. Selain itu, dia juga meminta kepada seluruh komunitas di Batam agar menjunjung tinggi budaya setempat saat menggelar even.

"Prinsipnya semua di Batam perlu suasana kondusif, aman dan damai. Sama-sama punya kewajiban menjaga Batam. Komunitas yang akan melakukan kegiatan, hargai marwah Negeri," tukasnya. (iik)