Selasa, 17 April 2018, 14:51

Indonesia Dijajah Secara Modern

PINANG, POSMETRO.CO : Kapolda Kepri, Irjen Pol Didid Widjanardi mengajak semua aparat dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjadi keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya Kepri.

Pasalnya, Indonesia saat ini tidak lagi diperangi oleh penjajah yang terjadi seperti zaman dahulu, melainkan diperangi dengan cara modern.

"Zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan zaman dahulu, perang sekarang juga berbeda dengan perang-perang zaman dahulu," kata Didid usai menjadi inspektur upacara pada Apel Kebersamaan Sinergitas dan Solidaritas TNI-Polri Bersama Pemerintah Provinsi Kepri, dengan tema Kekuatan Dalam Mengawal Keutuhan NKRI di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (17/4).

Didid menerangkan, bahwa perang yang modern yang dimaksudkan itu bukan hanya pada pengrusakan generasi bangsa dengan narkoba, melainkan adanya perang yang mengoyangkan perekonomian bangsa. Perang ekonomi yang saat ini telah terjadi itu seperti adanya pengenaan harga pada produk-produk tertentu. 

"Kemudian juga ada yang namanya cyber dan media sosial. Yang kesemuanya itu akan mempengaruhi dinamika stabilitas negara dan bangsa kita," tegasnya.

Untuk itu, kata Didid, seluruh jajaran TNI dan Polri diperintahkan untuk tidak memperkeruh dan menambah kegaduhan terutama di media sosial tersebut. Jajaran TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya diminta untuk tidak mengedepankan ego sektoralnya. Panglima TNI dan Kapolri menginginkan adanya soliditas dan sinergitas TNI/Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.

"Nah, untuk mewujudkan soliditas dan sinergitas ini, maka dilakukan dalam bentuk apel 17, yang kedepan akan dilaksanakan secara bergilir, yang pertama ini sebagai panitia pak Danlantamal (Laksamana Pertama TNI Ribut Eko Suyatno)," ujarnya.

Selain itu, kata Didid, sesuai arahan dari Panglima TNI yang dibacakan pada apel kebersamaan itu, bahwa saat ini tepatnya pada bulan April telah masuk pada triwulan pertama tahun anggaran 2018. Sehingga, jajaran TNI dan Polri untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban anggarannya dan menyiapkan diri untuk melaksanakan program kegiatan pada triwulan berikutnya.

"Harus semuanya disusun dalam bentuk laporan keuangan yang akuntabel dan transparan," katanya.

Tak hanya itu, tambah Didid, saat ini ratusan daerah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi. Di Kepri, hanya Kota Tanjungpinang akan melaksanakan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang. Untuk itu, TNI dan Polri diminta untuk tidak berpihak dan harus netral meski ada di daerah lain ada para mantan TNI Polri yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

"Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, ditegaskan agar semua prajurit tetap menjaga netralitas, dan kita yang masih aktif ini, tidak dibenarkan ikut dalam kancah politik praktis," tegasnya lagi.

Apel kebersamaan itu dilaksanakan bertepatan pada upacara 17 hari bulan. Pada upacara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Kepri, Isdianto, para komandan satuan Danlantamal IV Tanjungpinang, Danrem 033 Wira Pratama, Danlanud Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepala BIN Daerah, Kajati Kepri, Kanwil Bea dan Cukai serta unsur FKPD terkait. 

Upacara itu juga diikuti oleh puluhan perwira menengah TNI dan Polri serta ratusan prajurit TNI dan Polri. Pada kesempatan itu juga, Kapolda Kepri menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas keberhasilan mengagalkan aksi penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,6 ton. Penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Kepri yang mewakili Mendagri, Tjahjo Kumolo.(bet)