Kamis, 19 April 2018, 15:57

Tiga Negara Bersinergi Selamatkan TKI di Tengah Laut

PINANG, POSMETRO.CO : Sebuah kapal kayu tanpa nama yang diduga mengangkut 102 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari bandar Penawar, Johor, Malaysia menuju Indonesia terdampar di perairan internasional Horseburgh (Batu Putih) sekitar pukul 02.53 waktu setempat, Kamis (19/4). Semua penumpang dikabarkan selamat atas sinergitas petugas dari tiga negara Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tanjungpinang, Budi Cahyadi mengatakan, pihaknya menerima informasi dari SAR Singapura bahwa ada sebuah kapal penumpang terbalik di perairan internasional yang berangkat dari Johor tujuan Kepulauan Riau, Indonesia. Setelah itu, pihaknya langsung menerjunkan unsur SAR dari Batam untuk membantu melakukan pencarian. 

"Kejadiannya itu terjadi di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, perairan Horseburgh, atau sekitar 35 N Mil, sekitar 2 jam 10 menit tiba di lokasi kejadian," kata Budi.

Budi menuturkan, dari informasi itu, kantor SAR atau BNPP Tanjungpinang menurunkan KN SAR Purworejo menuju lokasi kejadian. Berdasarkan informasi awal yang didapatkan ada 94 orang penumpang, namun berkembang informasi di lapangan, kapal jenis kayu tanpa nama itu mengangkut 102 orang TKI dan 4 orang anak buah kapal (ABK).

"Informasinya, pada saat kejadian, 94 orang masih di kapal, sedangkan ada 4 orang yang terjun ke laut. Tapi, kita belum tahu jenis kapal apa, apakah kapal penumpang atau kapal barang," tuturnya.

Dia menyampaikan, selain Basarnas dari pihak Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Badan Keamanan Laut (Bakamla)  Batam, Polair Polda Kepri, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Uban, Bintan serta menerjunkan unsur-unsur SAR lainnya ke lokasi kejadian tersebut.

"Lantamal IV mengerahkn dua unit KRI, Polair Polda Kepri menggerakan KN Baladewa dan KPLP menggerakan KN Sarotama P112 dan KN Kalimashada P115," ujarnya.

Sementara dari unsur Singapura dua unit kapal Coastguard, satu unit Kapal Police Marine, satu unit Kapal Navy, satu unit Bakamla, sementara unsur  Malaysia KM Tegas beranggotakan 30 orang dan Boat Kilat 21. Informasi yang didapatkan dari Coastguard Singapura, mereka telah melakukan pelaksanaan evakuasi korban di atas air ke kapal Singapura.

"Informasi pada pukul 11.00 WIB, semua penumpang kapal dan ABK berhasil diselamatkan, dan di evakuasi ke Batu Ampar, Batam," pungkasnya.(bet)