Sabtu, 21 April 2018, 15:04

Akhirnya Polisi Tetapkan Lima Tersangka di Kasus Kapal TKI

BATAM, POSMETRO.CO : Buntut dari peristiwa 106 orang TKI terkatung-katung di perairan Selat Singapura, Kamis, (19/4) pukul 03.30 kemarin, akhirnya Polisi menetapkan lima orang menjadi tersangka. Kelima orang tersebut yakni Hoatong alias Athong yang menjadi Nakhoda dan Andi Rimba Trimalma alias Rimba, Muhammad Yunus alias Yunus, Zainal, Yudi Ramdani yang keempatnya adalah ABK.

Kelima orang ini dijerat dengan pasal 120 ayat (1) UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Kemudian paaal 219 ayat (1) UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang menyebutkan bahwa setiap kapal yang berlayar wajib memiliki surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar. Juga dijerat dengan pasal 323 ayat (1) UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang menyebutkan bahwa nakhoda yang berlayar tanpa dilengkapi dengan surat persetujuan berlayar (SPB) yang dikeluarkan Syahbandar dapat dipidana dengan pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 600.000.000.

"Jadi mereka ini berlayar sama sekali tidak memiliki surat apapun, dan termasuk paspor," ujar Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta saat konferensi pers yang berlangsung di Mako Ditpolairud, Sekupang, Jumat, (20/4) sore.

Dikatakannya, penetapan tersangka ini setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada kelimanya. Sementara itu berdasarkan hasil keterangan dari TKI mereka dipungut biaya bervariasi untuk dapat kembali ke Indonesia dengan menggunakan speedboat tersebut. Besarnya biaya tergantung sejauh mana para tersangka membantu kepulangan para TKI ini, apakah hanya sampai dipantai atau juga diurus sampai tiket menuku kampung halamannya.

"Ada yang diminta 50 dan 100 ringgit kalau sampai darat saja, tapi kalau mau dibantu sampai kepulangan kekampungnya sekitar 1.000 sampai 1.200 ringgit,"ujarnya.

Sementara itu untuk 101 penumpang kapal yang kesemuanya adalah TKI illegal ini, pihak Kepolisian bekerjasama dengan BNP2TKI akan mengembalikan para TKI ini ke daerah asalnya. Hal ini dilakukan setelah kondisi psikis dan fisik para TKI pulih.

"TKI 101 orang akan diserahkan ke BP2TKI untuk proses pemulangan, sebagian besar dari Lombok ada juga dari Jateng, Jabar, Tanjung Pinang dan juga Batam,"ujarnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan saat coba diselamatkan, kelima tersangka ini sempat melompat kelaut. Namun karena berada di lautan tanpa ada tujuan akhirnya kelima ABK ini menyerahkan diri.

"Mungkin mereka merasa bersalah dari awal makanya lompat mereka,"ujarnya. Sementara itu salah seorang TKI yang ikut dalam speedboat tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelamatkannya. Wanita asal Tanjung Pinang tersebut bernama Mardiana (49), ia mengaku hampir setahun ada di negeri jiran tanpa dokumen resmi.(abg)