Sabtu, 21 April 2018, 15:17

Lagi, Gelper di Kampung Aceh Digerebek Polisi

BATAM, POSMETRO.CO : Gelanggang permainan (gelper) di Kampung Aceh, Sei Beduk tengah ramai. Puluhan orang, pria dan wanita menyesaki ruangan tersebut. Lampu redup. Banyak yang jadi penonton ketimbang pemain. Asap rokok mengepul Ruangan itu redup karena kurangnya pencahayaan.  Jumat (20/5) sekitar pukul 19.30 WIB.

Di antara para pemain itu, ada beberapa anggota polisi. Mereka menyamar menjadi pemain. Matanya melirik ke sana-kemari. Mengamati gelper tak berizin yang juga disinyalir digunakan untuk praktik judi. "Kita mendapat informasi dari masyarakat jika, ada unsur tindak pidana perjudian di sana," ujar Dirkrimum Polda Kepri, AKBP Hernowo saat dikonfirmasi pewarta, Sabtu (21/4)

Sekitar pukul 21.00 WIB malam itu, seorang anggota melihat seorang pemain membatalkan permainan. Ia menukar koin kemenangannya dengan uang. Polisi tak diam. Pengintaian itu dilaporkan. Puluhan personil gabungan Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri dengan Polresta Barelang yang sudah bersiap langsung bergerak cepat. Lokasi gelper dikepung.

Semua pemain disuruh berdiam di tempat. Tak ada celah bagi pemain dan pengunjung untuk kabur. Mereka terperangkap dalam ruangan tersebut  Satu-persatu didata. Yang tidak bersangkutan langsung dipulangkan. "Kita mengamankan 10 orang," ungkap Hernowo.

Polisi mengamankan satu pengawas gelper, Alamsyah (38). Tiga wasit, Sri Untari (30), Suhaini Fatimah (19), Nuraini alias Een (37) diamankan. Dan, tujuh pemain, Agus Rahmono (37), Yuni Noviani Sibagariang (38), Agustiawan (28), Helmi Abdul Wahab (36), Mustafa (66), Nuraidah (25) juga diangkut.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti, satu unit mesin permainan tembak kupu-kupu, satu unit mesin permainan tembak balon, satu unit mesin permainan tembak buah, tiga kunci mesin gelper, tiga unit server mesin gelper. "Kita juga mengamankan uang Rp6.330.000," urainya.(ddt/abg)