Rabu, 25 April 2018, 15:54

Akun Facebook Miliknya Diretas, Kadis Pendidikan Lingga Akan lapor Polisi

LINGGA, POSMETRO.CO : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga Junaidi Adjam merasa dirugikan. Pasalnya, akun media sosial  Facebook miliknya diretas orang tak bertanggung jawab, dengan modus meminta uang dengan sejumlah orang.

Dengan adanya pembajakan akun yang mengatas namakan Junaidi Dabo Jun, membuat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga mengimbau pada seluruh masyarakat agar berhati-hati dengan Facebook mengatas namakan dirinya.

"Saya tidak pernah meminta-minta seperti yang ada di Facebook, saya harap masyarakat berhati-hati dengan adanya akun palsu yang mengatas namakan saya, itu tidak ada sama sekali," ungkap Junaidi Adjam, Rabu (25/4). Dia mengaku kalau Facebook miliknya diretas pada hari Selasa (24/4).

"Seingat saya, setelah saya melakukan registrasi sim card, jarak satu hari akun Facebook saya kena bajak. Apakah ini ada tidak hubungan dengan registrasi saya tidak bisa menuduh. Tapi saya imbau juga, akun saya pribadi atas nama Junaidi sudah saya matikan," terangnya.

Karena merasa telah dirugikan oleh orang yang tak bertanggung jawab tersebut, Junaidi akan melaporkan masalah ini ke pihak berwajib. "Saat ini saya lagi mengumpulkan bukti-bukti, setelah itu akan saya laporkan ke pihak kepolisian agar permasalahan ini kelar dan tidak merugikan orang lain yang mengatas namakan saya," paparnya.

Kata Junaidi lagi, adapun yang menjadi korban orang-orang yang berteman dengannya di Facebook dan sekarang sudah menyebar luas di Facebook orang yang berteman dengannya.

"Sasarannya pada pertemanan dengan meminta sejumlah uang melalui masengger, sedangkan saya tidak pernah menggunakan fitur itu sama sekali. Tidak saja kalangan guru yang di minta tapi sudah umum sifatnya," imbuh mantan Plt Sekda Lingga ini.

Adanya akun palsu tersebut, dia takut ada yang menjadi korban, lagi-lagi dia menghimbau agar masyarakat berhati-hati dengan akun yang mengatas namakan dirinya itu.

Melalui penelusuran facebook mengatas namakan Junaidi Dabo Jun, meminta sejumlah uang dengan modus meminta bantuan dan di kirimkan ke rekening nama orang lain, dengan nominal Rp 600 ribu dan Rp 500 Ribu, namun calon korban terlepas dari penipuan tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan adanya korban yang lain. (mrs)