Jumat, 27 April 2018, 23:05

Dua Mantan Anggota DPRD Bengkalis Jadi Tersangka

PEKANBARU, POSMETRO.CO : Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan dua mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis sebagai tersangka. 

Dua anggota DPRD periode 2009-2014 itu, menjadi tersangka atas dugaan korupsi penyimpangan dana hibah Bansos Kabupaten Bengkalis tahun 2012.

Penetapan tersangka ini, merupakan tindak lanjut dari penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Sprindik tersebut diterbitkan, berdasarkan pengembangan perkara yang telah menjerat delapan orang sebagai pesakitan sebelumnya, yang telah merugikan negara sekitar Rp 31 miliar.

Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan mengatakan, pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

"Menetapkan dua tersangka. Kemarin habis gelar (perkara)," kata Gidion saat ditemui di Markas Brimob Polda Riau, Jumat (27/4).

"Selanjutnya (mengirimkan) SPDP," sambungnya.

Meski telah mengantongi nama tersangka, Gidion belum bersedia mengungkapkan inisial mereka. Dari informasi yang dihimpun, salah satu tersangka berinisial Y. Saat ini yang bersangkutan pun telah menjalani pemeriksaan.

Gidion hanya memberi bocoran, kedua tersangka itu merupakan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014. "Mantan anggota DPRD (Bengkalis)," singkat Gidion.

Dalam kasus tersebut, delapan orang telah menjalani persidangan dan dinyatakan bersalah. Adapun para pesakitan yang telah dijebloskan ke penjara itu, adalah mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah. Kemudian mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 yakni, Purboyo, Hidayat Tagor, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi. 

Selain itu, juga terdapat nama mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Terakhir adalah Ketua DPRD Bengkalis periode 2014-2019 Heru Wahyudi.

Dalam perkara ini, sejumlah pihak disebut-sebut terlibat dan menikmati dana hibah itu. Seperti, nama Bobby Sugara disebut-sebut menjadi calo ribuan proposal dana hibah bernilai Rp 272 miliar ini.

Bahkan sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) milik Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau dalam persidangan pesakitan sebelumnya, Bobby dikatakan mendapat untung 20 persen dari kelompok penerima aliran dana. Selain itu, sejumlah anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 juga disebut-sebut menerima dana hibah itu.(ica/JPC)