Sabtu, 28 April 2018, 14:53

Jelang Pilwako Tanjungpinang, Polda Kepri Pantau Media Sosial

BATAM, POSMETRO.CO : Menjelang Pilwako Tanjungpinang yang akan di gelar secara serentak 27 Juni 2018, Polda Kepri melakukan pengawasan dari berbagai arah. Salah satunya memantau perkembangan melalui internet khususnya di media sosial. Hal tersebut dalam rangka menjaga kampanye hitam (black campaign) oleh sejumlah oknum, yang berniat mengotori dengan cara menyebar berita hoaks (bohong) tim lawan sebagai bentuk untuk menjatuhkan lawan. 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan, media sosial telah menjadi senjata pemusnah para tim sukses menjelang masa akhir kampanye yang sering disebar dengan tujuan mengalahkan lawan dan mempengaruhi pemilih di bilik suara.

Dijelaskan Erlangga, secara umum bentuk kampanye hitam adalah menyebarkan keburukan atau kejelekan seorang politikus dengan tujuan menjatuhkan nama baik seorang politikus lainnya. Sehingga satu sama lain menjadi tidak disenangi teman-teman separtai, khalayak pendukung ataupun masyarakat umum.

Kampanye hitam bukanlah sebuah pilihan dalam berpolitik. Selain mengandung unsur jahat dan melanggar norma, baik masyarakat atau pun agama, kampanye hitam juga memberikan pendidikan politik yang jelek bagi masyarakat. 

"Upaya Menghalalkan segala cara yang melandasi dipilihnya bentuk kampanye hitam menunjukkan masih buruknya moral dan keimanan seorang politikus yang melakukan hal tersebut," kata Erlangga, Jumat (27/4).(abg)