Senin, 30 April 2018, 18:58

Gelar Rakercab Perdana, HPI Inginkan Payung Hukum

BATAM, POSMETRO.CO : Selama dua tahun pencapaian baik internal dan eksternal telah dilakukan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batam terus meningkat. 

Terutama untuk kemajuan yang lebih baik dalam dunia pariwisata, khususnya Sumber Daya Manusia (SDM). 

Hal tersebut dipaparkan Ketua HPI Kota Batam, Fri Subakti, usai membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Kota pertama kali, di Harris Hotel Batamcentre, Senin (30/4).

"Kedepannya kita akan tingkatkan SDM untuk lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Kita akan terus berupaya memperbaiki dari sisi organisasi dan kesejahteraan demi kemajuan HPI," ujarnya. 

Masih katanya, dalam rakercab perdana ini yang perlu dibahas yakni, program-program kerja kedepan antar lembaga baik pemerintahan maupun stake holder pariwisata. 

Seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), travel agent, tranportasi dan lainnya. Selain itu wacana kedepan pihaknya akan membuka kelas khusus bahasa  yang saat ini tengah dibutuhkan anggota HPI yang berjumlah 438 orang.

"Saya ingin tingkatkan tour guide kita biar lebih booming. Dan kita akan buka clas bahasa, apa yang dibutuhkan Batam, baik bahasa Urdu, Arab hingga Mandarin. Saya ingin memajukan empat ratus anggota HPI. Terus melakukan evaluasi dan mencipta inovasi baru," sebut Fri.

Seperti diketahui, hingga kini Batam masih digadang-gadangkan menjadi kota pariwisata, yang awalnya dikenal dengan kota industri. HPI sebagai garda terdepan tentunya sangat mendukung hal tersebut.

Apalagi saat ini adanya sinergiritas antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusaha (BP) Batam, untuk mengembangkan pariwisata, dengan menggelar beragam event dan lainnya.

"Ya, harapan kami BP dan Pemko Batam sejalan satu tujuan istilahnya satu kapal satu mesin, yang dapat merubah Batam menjadi lebih baik khusus di pariwisatanya," harap Fri.

HPI Berperan penting dalam meningkatkan kunjungan wisman, untuk itu pihaknya, tidak henti-henti menginginkan adanya payung hukum yang kuat. Sebagai dasar bergeraknya pramuwisata yang ada di Kepulauan Riau. 

"Saat ini banyak program-program kerja yang sudah berjalan. Kita terus berupaya meminta payung hukum yang jelas untuk memposisikan kita sebagai pramuwisata. Karena kita tidak punya itu," timpal Wakil Ketua HPI Kota Batam, Nofizal.

Aturan yang diinginkan dalam payung hukum tersebut kata Nof, tentunya bisa dihandle oleh tour guide lokal yang berpengalaman, memiliki lisensi yakni sertifikasi yang dikeluarkan Badan Sertifikasi Khusus Pramuwisata.

Sehingga pemandu, bisa nyaman bekerja dan memaksimalkan pelayanan dengan benar.

"Harus lokal guide yang punya sertifikasi, dan berpengalaman itu basicnya. Sejauh ini kita sudah melakukan bekerja dengan benar. Tapi masih banyak oknum nakal yang menghandlenya. Makanya kita akan menyatukan visi dan misi demi kemajuan HPI Batam," tutur pria yang memegang divisi Bahasa Korea itu. (hbb)