Rabu, 02 Mei 2018, 20:10

Nyamar Jadi Pelanggan, Polisi Bongkar Praktek Prostotusi Online di Karimun

KARIMUN, POSMETRO.CO : Jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Karimun, berhasil mengamankan seorang pria bernama Marzuki (34), pria yang juga disapa Mami alias Wahidin tersebut diamankan polisi pada Selasa (1/5/2018) sekitar pukul 22.15 WIB.

Selain mengamankan satu mucikari tersebut, polisi juga mengamankan empat wanita yang menjadi penjaja seks online tersebut.

Keempatnya diketahui berinisial ML (34), SN (20), RT (19) dan UF (29). Pengungkapan pun di pimpin Kanit II PPA Ipda Mega Satriatama S,Tr.K.

Aksi pengungkapan protitusi online melalui aplikasi media sosial tersebut, berawal dari kecurigaan polisi terkait adanya protitusi online. Polisi pun lantas menyelidiki. 

Tak hanya sekedar menyelidiki begitu saja, polisi pun melakukan penyamaran sebagai pelanggan protitusi yang dilakukan secara online tersebut.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya SIK melalui Kasat Reskrim AKP Lulik Febriantara SIK yang dikonfirmasi Rabu (2/5/2018) sore, membenarkan pengungkapan kasus eksploitasi wanita menjadi pekerja seks secara online tersebut.

"Pada hari Selasa 1 Mei 2018, pukul 22.00 WIB anggota unit 2 PPA Sat Reskrim Polres Karimun melakukan penyamaran, dengan mencoba menjadi pemesan atau booking Pekerja Seks Komersil melalui media sosial. Pemesanan jasa pekerja seks online tersebut sempat dilakukan beberapa kali, bahkan sempat melakukan penawaran harga antara anggota kita yang menyamar dan mucikari tersebut, akhirnya setelah disetujui harga yang disepakati kemudian anggota kita menyebutkan nama hotel dan nomor kamar yang dibooking sebelumnya, selanjutnya melakukan transaksi uang yang telah disepakati kepada mucikari, saat transaksi anggota kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku Mucikari yang diketahui belakangan bernama Marzuki," ujar Lulik.

Dikatakan Lulik lagi, penangkapan pelaku dilakukan saat transaksi di Wisma Asia, Jalan Tengku Umar. Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya 1 (satu) unit handphone Merk Samsung Galaxy Mega GT - 19152 Warna Putih, 2 (dua) lembar uang pecahan Rp 100.000, 3 (tiga) lembar uang yg terdiri dari 2 (dua) lembar pecahan Rp 100.000 dan 1 (satu) lembar pecahan Rp.50.000, 1 (satu) lembar check in hotel Asia, 4 (empat) buah kondom merk pleasure plus warna orange dan 3 (tiga) alat kontrasepsi lain.

Saat ini pelaku, Marzuki masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian. Polisi pun masih mengembangkan kasus protitusi online tersebut, diduga masih ada praktek protitusi online lainnya yang dilakukan melalui aplikasi media sosial tersebut.

Dari keterangan empat korban yang dipekerjakan pelaku, rata-rata dari hasil jerih payah korban bekerja sebagai pekerja seks online antara mucikari dan korban dibagi rata. sementara untuk aksi ini didapati sudah berlangsung beberapa bulan.

"Untuk saat ini terus kita dalami, untuk hasil uang bookingan tersebut, hasilnya dibagi rata antara Mucikari dan pekerjanya, kalau waktunya diperkirakan sudah berlangsung berbulan-bulan," papar Lulik lagi. 

Dari keterangan korban kepada penyidik, didapati aksi protitusi online ini menarik perhatian para lelaki hidung belang, bahkan diakui hampir setiap hari ada pelanggan yg melakukan pemesanan Protitusi Online tersebut.

"Kami masih mengembangkan apakah ada korban-korban lain dan kita terus membuka jaringan terselubung ini," tegas Lulik.(ria)