Kamis, 03 Mei 2018, 17:01

Warga Miskin di Tanjungpinang Capai 10 Ribu Jiwa

PINANG, PM: Dinas Sosial Kota Tanjungpinang mencatat, angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang mencapai 10.196 jiwa. Untuk menekan angka kemiskinan, Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza menginginkan agar seluruh bantuan sosial baik dari pemerintah daerah maupun pusat  harus tepat sasaran.
 Hal itu disampaikan, Raja Ariza yang didampingi Kadinsos Tanjungpinang, Agustiawarman saat  menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terkait Strategi Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai Episentrum Social Justice For All di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (3/5).

Raja Ariza menyebutkan, program PKH yang digagas oleh Kemensos RI merupakan program perlindungan sosial yang bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Program ini menitikberatkan untuk meningkatkan produktivitas keluarga, mulai dari ibu hamil, kesehatan bayi dan anak, hingga pendidikan.

"Program ini harus berjalan secara optimal dan tepat sasaran bagi yang berhak menerimanya. Hal ini akan berdampak terciptanya anak-anak yang sehat dan berkualitas," ujarnya, dalam rilis yang diterima Posmetro.

Dalam upaya menunjang PKH tersebut, Ariza berharap agar dilakukan sinkronisasi data yang dimiliki Pemko Tanjungpinang dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga tidak ada lagi keluarga yang miskin di Kota Tanjungpinang tidak masuk dalam program sosial lainnya.

"Data harus divalidasi, karena selama ini banyak yang belum terdata dengan baik. Semoga dengan pendataan yang valid akan ada penurunan angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang," imbuhnya.

Sementara itu, Agustiawarman menjelaskan, program PKH ini memprioritaskan tiga komponen, yaitu bidang kesehatan untuk ibu hamil dan balita, pendidikan pada jenjang SD, SMP dan SMA, serta kesejahteraan sosial yang mencakup penyandang disabilitas dan lansia 60 tahun ke atas. Sedangkan jumlah penerima manfaat PKH di Kota Tanjungpinang mengalami perluasan validasi. "Untuk Mei 2018, sesuai data yang dipantau pendamping sebanyak 5.224 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang sudah menerima manfaat dan untuk angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang mencapai 10.196," ujarnya.
 Pada tahun ini, kata Agustiawarman, keluarga yang masuk dalam PKH Kemensos RI itu mendapatkan dana  bantuan yang diterima masing-masing keluarga penerima manfaat, sebesar Rp1,8 juta per tahun. Penyaluran dana dilakukan empat tahap dan diberikaan secara non tunai. "Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Dinas Sosial bersama pendamping PKH akan memantau langsung penyaluran uang bantuan di masing-masing keluarga penerima manfaat. Bila  tidak tepat sasaran, pemerintah bisa mencabutnya. Dengan cara itu, akan ada sinkronisasi data yang akurat dan valid," imbuhnya.
 Untuk diketahui, Kepulauan Riau, pada tahun 2018 ini memperoleh bantuan PKH sebesar Rp57 miliar dari 40.642 KPM. Bantuan sosial beras sejahtera sebanyak 61.272 KPM dan 7.353.640 Kilogram beras dengan anggaran Rp80 miliar. Kemudian untuk penyandang disabilitas dengan 308 penerima total anggaran Rp506 juta Untuk asistensi lanjut usia dan PKH lansia di Kepri sejumlah 548 penerima dengan total anggaran Rp746 juta.(bet)